Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Putus Mata Rantai Komplikasi dari Obesitas ala Wamenkes Dante Saksono

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 23 Juli 2026 |08:05 WIB
Cara Putus Mata Rantai Komplikasi dari Obesitas ala Wamenkes Dante Saksono
Cara putus mata rantai komplikasi dari obesitas. (Foto: Freepik)
A
A
A

WAKIL Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, membicarakan soal obesitas yang masih jadi masalah sampai saat ini. Dia pun beberkan cara putus rantai komplikasi yang bisa muncul dari obesitas.

Dalam unggahan di akun Instagran @dante.harbuwono, ia menuliskan bahwa obesitas bukan sekadar masalah estetika atau berat badan berlebih. Melainkan penyakit kronis yang berdampak serius pada metabolisme tubuh dan menjadi pemicu utama melonjaknya kasus diabetes tipe dua di Indonesia.

“Healthiest, banyak yang masih menganggap obesitas hanya soal berat badan berlebih. Padahal obesitas juga merupakan penyakit kronis yang mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2," kata Dante.

Angka Obesitas Naik, Risiko Diabetes Tipe 2 hingga Jantung Meningkat

1. Cek Kesehatan Gratis

Masalah obesitas ini diungkap Dante berdasarkan data terbaru dari program Cek Kesehatan Gratis. Hasilnya, obesitas secara konsisten masuk jajaran atas masalah kesehatan nasional.

"Dari data program Cek Kesehatan Gratis, obesitas secara konsisten masuk dalam lima besar masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Kondisi ini tentu menjadi perhatian, karena obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes," ucap Dante.

Dante mengungkapkan, di wilayah perkotaan seperti Jakarta, survei kesehatan menunjukkan prevalensi diabetes telah mencapai 12,8 persen atau setara dengan 1 dari 8 penduduk. Lebih mengkhawatirkan lagi, banyaknya penderita yang tidak menyadari kondisi kesehatannya karena diabetes sering kali tidak menimbulkan gejala awal yang signifikan.

“Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian besar baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah menjalani pemeriksaan karena sebelumnya tidak merasakan khawatir lakukan gejala," tutur Dante.

2. Faktor Gaya Hidup

Dante menilai, faktor gaya hidup dan metabolisme akibat obesitas harus diwaspadai khususnya terhadap faktor riwayat keluarga (genetis). Risiko seorang anak mengidap diabetes akan melonjak drastis jika kedua orang tuanya merupakan penyandang diabetes.

"Bicara tentang obesitas adalah bicara tentang perubahan metabolisme tubuh. Dengan mengendalikan dan menurunkan angka obesitas, kita secara langsung bisa mencegah komplikasi lanjutan, seperti menurunkan angka kasus diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung," jelas Dante.

Dante menuturkan bahwa sebetulnya anak hanya memiliki risiko terkena diabetes akibat obesitas sebesar 10 persen. Namun jika orang tua yang mengidap diabetes adalah keduanya (ayah dan ibu), risikonya akan meningkat di 20 sampai 30 persen.

“Jika hanya salah satu orang tua yang diabetes, risiko anak terkena diabetes masih di bawah 10 persen. Namun, jika kedua orang tua menyandang diabetes, risiko anak melompat drastis hingga 20 sampai 30 persen pada usia yang jauh lebih muda Kurva risikonya naik tajam," tutur Dante.

 

3. Gaungkan PATUH dan CERDIK

Waspada! Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Empedu

Maka dari itu, guna memutus rantai peningkatan kasus diabetes dan komplikasinya, ia mengajak masyarakat menerapkan dua formula perilaku hidup sehat, yaitu CERDIK untuk pencegahan awal dan PATUH bagi mereka yang sudah terdiagnosis.

“Karena itu, saya mengajak #healthiest, terutama yang memiliki faktor risiko seperti obesitas untuk mulai menerapkan perilaku CERDIK sebagai langkah pencegahan diabetes. Bagi healthiest yang sudah terdiagnosa diabetes tidak perlu khawatir, tetap jaga kesehatan dengan prinsip PATUH, jalani pengobatan secara teratur dan lakukan kontrol rutin, agar diabetes tetap terkendali dan komplikasi dapat dicegah," jelas Dante.

Sebagai informasi, CERDIK dan PATUH sendiri merupakan kampanye penanganan obesitas dari Kemenkes. Setiap hurufnya memiliki tips panduan tersendiri.

CERDIK

C: Cek kesehatan secara berkala (pantau gula darah secara rutin).

E: Enyahkan asap rokok.

R: Rajin melakukan aktivitas fisik (minimal 30 menit sehari).

D: Diet sehat dengan kalori seimbang (membatasi konsumsi gula maksimal 4 sendok makan per hari).

I: Istirahat yang cukup.

K: Kelola stres dengan baik.

PATUH

P: Periksa kesehatan teratur dan selalu ikuti saran dokter.

A: Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan rutin.

T: Tetap diet sehat dengan gizi seimbang.

U: Upayakan beraktivitas fisik dengan aman.

H: Hindari asap rokok dan alkohol.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement