Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gangguan Psikologis Penderita Obesitas, Sulit Kendalikan Rasa Lapar

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Kamis, 22 Januari 2026 |19:52 WIB
Gangguan Psikologis Penderita Obesitas, Sulit Kendalikan Rasa Lapar
Gangguan Psikologis Penderita Obesitas, Sulit Kendalikan Rasa Lapar (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Masalah obesitas kian mendapat perhatian seiring meningkatnya prevalensi dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Selain berisiko memicu penyakit metabolik, obesitas juga kerap menjadi persoalan psikologis karena penderitanya sulit mengendalikan rasa lapar dan porsi makan. Dalam konteks itu, pendekatan medis berbasis sains semakin jadi pilihan dalam pengelolaan berat badan yang lebih terukur.

Secara medis, penderita obesitas memiliki karakteristik spesifik, antara lain cepat merasa lapar atau sulit merasa kenyang. Kondisi ini mendorong peningkatan asupan kalori yang, ketika dipadukan dengan gaya hidup sedentary, berujung pada penumpukan lemak tubuh. Untuk penurunan berat badan jangka panjang, perubahan perilaku dan pola pikir tetap menjadi penentu. Namun dalam jangka pendek, intervensi medis dinilai dapat membantu mengendalikan nafsu makan.

Salah satu terapi obesitas yang kini banyak dibicarakan adalah Semaglutide, obat yang bekerja dengan mengaktifkan reseptor glucagon-like peptide-1 (GLP-1). Mekanisme ini membantu tubuh mengontrol kadar gula darah sekaligus menekan rasa lapar dengan mempercepat rasa kenyang, sehingga porsi makan dapat lebih terkendali.

Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat serta National Institute for Health and Care Excellence (NICE) di Inggris Raya menyatakan obat ini aman dan efektif untuk pengendalian berat badan. Di Indonesia, Semaglutide telah mengantongi izin edar dari FDA yang diikuti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Mei dan Juni 2025. Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan penggunaannya harus berada di bawah pengawasan medis serta disertai diet rendah kalori dan aktivitas fisik.

Hasil studi klinis menunjukkan, selain membantu penurunan berat badan signifikan, Semaglutide juga berkontribusi pada perbaikan profil metabolik, termasuk pengendalian gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, serta memberikan manfaat proteksi bagi jantung dan ginjal pada pasien obesitas.

“Semaslim jadi program penurunan berat badan yang komprehensif, bukan hanya pemberian injeksi saj. Dengan skrining ketat, penentuan dosis personal, pendampingan ahli gizi, serta monitoring rutin, kami memastikan pasien mendapatkan pengalaman penurunan berat badan yang aman, terkontrol dan berkelanjutan,” ujar Anna Yesito Wibowo, CMO LIGHT Group.

Dr. Guadelupe Maria Melissa, Certified Obesity & Weight Management Consultant LIGHT Group, menambahkan, pasien memperoleh sejumlah layanan. Seluruh proses terapi dilakukan dengan pengawasan medis ketat, di mana rekomendasi dan pelaksanaan treatment berada di bawah supervisi dokter serta tenaga kesehatan, untuk memastikan keamanan dan efektivitas program.
 

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement