Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Angka Obesitas Naik, Risiko Diabetes Tipe 2 hingga Jantung Meningkat

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |16:01 WIB
Angka Obesitas Naik, Risiko Diabetes Tipe 2 hingga Jantung Meningkat
Angka Obesitas Naik, Risiko Diabetes Tipe 2 hingga Jantung Meningkat (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kasus obesitas di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dan menjadi perhatian serius di sektor kesehatan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik, tetapi juga berhubungan erat dengan berbagai penyakit kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup. Di tengah tantangan tersebut, pendekatan pengobatan yang lebih mudah diterima masyarakat dinilai semakin penting.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas tercatat 23,4%, meningkat dibandingkan 21,8% pada 2018. Sementara itu, prevalensi obesitas sentral pada penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 36,8%. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk Indonesia memiliki penumpukan lemak di area perut yang berisiko memicu penyakit serius.

Obesitas diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, serta gangguan metabolik lainnya. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memicu komplikasi kesehatan jangka panjang dan meningkatkan kebutuhan biaya pengobatan.

Dalam praktik layanan kesehatan, kepatuhan pasien menjalani terapi jangka panjang masih menjadi tantangan. Salah satu kendala yang kerap muncul adalah metode pengobatan. Terapi suntikan, meskipun efektif, masih menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian pasien.

Karena itu, obat berbentuk pil dinilai lebih praktis dan mudah dijalani. Terapi oral memungkinkan pasien menjalani pengobatan tanpa rasa takut terhadap jarum suntik, sehingga berpotensi meningkatkan kepatuhan dan konsistensi penggunaan obat.

Tren preferensi terhadap terapi oral juga terlihat secara global. Di Amerika Serikat, awal 2026 menjadi momen penting dengan diluncurkannya terapi penurun berat badan dalam bentuk pil sebagai alternatif dari terapi suntikan yang sebelumnya lebih dominan. Salah satu produk yang diluncurkan adalah Wegovy versi oral, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi global Novo Nordisk.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement