Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Angka Obesitas Naik, Risiko Diabetes Tipe 2 hingga Jantung Meningkat

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |16:01 WIB
Angka Obesitas Naik, Risiko Diabetes Tipe 2 hingga Jantung Meningkat
Angka Obesitas Naik, Risiko Diabetes Tipe 2 hingga Jantung Meningkat (Foto: Freepik)
A
A
A

Data IQVIA pada 23 Januari 2026 menunjukkan bahwa Wegovy versi pil mencatat 18.410 resep dalam pekan penuh pertama yang berakhir 16 Januari 2026. Bahkan, dalam empat hari awal sejak peluncuran pada 5 Januari, obat ini telah memperoleh 3.071 resep. Capaian tersebut menunjukkan respons awal yang cukup tinggi dari pasien, demikian dilansir dari Reuters.

Wegovy tablet di Amerika Serikat menyasar pasien dengan skema pembiayaan mandiri atau self-pay, mengingat sebagian besar asuransi belum menanggung obat penurun berat badan. Dari sisi harga, dosis awal 1,5 mg dan 4 mg dipasarkan dengan harga USD 149 per bulan, sedangkan dosis pemeliharaan 9 mg dan 25 mg dibanderol sekitar USD 299 per bulan. Perusahaan juga mengumumkan rencana penyesuaian harga dosis 4 mg menjadi USD 199 per bulan setelah pertengahan April.

Untuk menjangkau konsumen, distribusi obat ini dilakukan melalui jaringan apotek besar seperti CVS dan Costco, serta platform layanan kesehatan digital seperti Ro, LifeMD, WeightWatchers, dan GoodRx. Strategi ini memudahkan pasien mengakses terapi sesuai kebutuhan masing-masing.

Respons pasar terhadap peluncuran terapi oral tersebut juga tercermin di pasar modal. Pada 16 Januari 2026, saham Novo Nordisk di Denmark tercatat naik sekitar 6,5%, mencapai level tertinggi sejak September. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek bisnis obat obesitas di tengah meningkatnya permintaan global.

Persaingan di segmen terapi obesitas diperkirakan akan semakin ketat. Sejumlah perusahaan farmasi besar lainnya juga tengah mengembangkan obat obesitas dalam bentuk pil yang saat ini masih menunggu persetujuan regulator. Salah satu keputusan regulator untuk produk sejenis dijadwalkan pada April 2026.

Bagi Indonesia, perkembangan ini dinilai relevan dengan kondisi di dalam negeri. Dengan angka obesitas yang terus meningkat, kebutuhan akan pendekatan pengobatan yang efektif dan mudah dijalankan menjadi semakin penting. Terapi oral dinilai lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa mengonsumsi obat berbentuk pil.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement