Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Angka Prevalensi Obesitas Tinggi, Risiko Diabetes Meningkat

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 21 Februari 2026 |09:41 WIB
Angka Prevalensi Obesitas Tinggi, Risiko Diabetes Meningkat
Angka Prevalensi Obesitas Tinggi, Risiko Diabetes Meningkat (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan sektor layanan kesehatan berbasis gaya hidup (lifestyle medicine) mendorong meningkatnya minat masyarakat perkotaan terhadap program manajemen berat badan yang terstruktur dan berbasis pendampingan profesional. Pendekatan yang menggabungkan aspek nutrisi, perilaku, serta pemantauan medis kini dipandang sebagai solusi jangka panjang di tengah meningkatnya prevalensi obesitas dan penyakit tidak menular di Indonesia.

Secara nasional, persoalan berat badan berlebih menjadi tantangan kesehatan publik yang berdampak pada beban ekonomi. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi obesitas pada penduduk usia di atas 18 tahun telah melampaui 23 persen.

Risiko Penyakit Dalam

Kondisi ini berkorelasi erat dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi, yang menurut BPJS Kesehatan menyerap lebih dari 20 persen total pembiayaan klaim layanan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo, mengatakan tantangan dalam pengelolaan berat badan kini tidak lagi semata dipengaruhi faktor internal, tetapi juga faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan arus informasi nutrisi di ruang digital.

“Seiring waktu, tantangan para pejuang diet makin variatif, jadi tidak hanya internal, tetapi juga faktor eksternal, serta faktor-faktor di luar kendali kita, misalnya lingkungan di sekitar dan seberapa dalam pengetahuan serta pemahaman terhadap nutrisi,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian mencatat industri kesehatan dan kebugaran nasional, termasuk layanan diet dan nutrisi, tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit. Nilai ekonomi sektor ini diperkirakan terus meningkat, sejalan dengan tren belanja rumah tangga untuk layanan preventif yang mengalami kenaikan pascapandemi.

Nutrition Program Manager LIGHThouse Clinic, Veronica, menambahkan momentum Ramadan kerap dimanfaatkan peserta untuk membangun pola makan yang lebih terkontrol dan berkelanjutan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement