Sejumlah ahli psikologi juga menilai aktivitas refleksi diri memiliki manfaat dalam membantu seseorang meningkatkan kesadaran diri (self-awareness), mengelola stres, serta memahami tujuan dan nilai-nilai yang dianggap penting dalam hidupnya.
Menariknya, kegiatan reflektif semacam ini kini semakin diminati oleh kelompok usia produktif, terutama mereka yang sedang menghadapi transisi kehidupan seperti pergantian karier, memasuki dunia kerja, membangun keluarga, atau mencari keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.
Selain dilakukan secara tatap muka, sesi refleksi juga tersedia dalam format daring sehingga dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Format ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk memahami diri sendiri tidak lagi terbatas pada ruang konseling atau pelatihan formal, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, menyediakan waktu untuk berhenti sejenak dan berdialog dengan diri sendiri menjadi hal yang semakin relevan. Sebab, tidak semua persoalan membutuhkan jawaban dari orang lain. Terkadang, jawaban terbaik justru muncul ketika seseorang memberi ruang bagi dirinya untuk berpikir dengan lebih jernih.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.