Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Ruang Refleksi Diri Kian Diminati Anak Muda

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2026 |14:04 WIB
Tren Ruang Refleksi Diri Kian Diminati Anak Muda
Tren Ruang Refleksi Diri Kian Diminati Anak Muda (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Di tengah tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, hingga berbagai pilihan hidup yang harus diambil, semakin banyak orang mencari cara untuk memahami diri mereka sendiri. Tak sedikit yang merasa membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, mengevaluasi keadaan, dan menemukan kejelasan sebelum mengambil keputusan penting dalam hidup.

Fenomena ini mendorong munculnya berbagai pendekatan refleksi diri yang lebih interaktif dan tidak menggurui. Salah satunya Ducks After Dark yang mengajak peserta mengeksplorasi pikiran dan perasaan mereka melalui metode refleksi yang berbeda dari diskusi atau seminar pada umumnya.

Founder Good Duck, Dyah Oetari, mengatakan banyak orang sebenarnya memiliki jawaban atas persoalan yang mereka hadapi. Namun, di tengah kesibukan dan derasnya pengaruh dari lingkungan sekitar, kesempatan untuk benar-benar mendengarkan diri sendiri sering kali terabaikan.

"Kami ingin menghadirkan ruang bagi setiap individu untuk berhenti sejenak dan memikirkan dirinya sendiri dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan. Tidak ada jawaban yang disiapkan atau kesimpulan yang diarahkan. Peserta diajak menemukan jawabannya sendiri," ujar Dyah.

Metode yang digunakan mengadopsi pendekatan LEGO® SERIOUS PLAY®, sebuah metode yang awalnya dikembangkan untuk membantu proses berpikir dan pemecahan masalah dalam lingkungan profesional. Dalam praktiknya, peserta diminta merespons pertanyaan reflektif dengan membangun model menggunakan balok-balok konstruksi sebagai media untuk mengekspresikan pemikiran mereka.

Refleksi Diri

Menurut Dyah, pendekatan visual dan praktik langsung tersebut membantu peserta mengungkapkan hal-hal yang sering kali sulit dijelaskan dengan kata-kata. Model yang dibangun kemudian menjadi titik awal untuk memahami pola pikir, perasaan, hingga pilihan yang sedang dihadapi.

"Dari pengalaman kami selama beberapa tahun, banyak peserta yang akhirnya mendapatkan perspektif baru tentang kehidupannya. Ada yang menjadi lebih yakin dengan keputusan yang akan diambil, ada juga yang menyadari bahwa selama ini cara pandangnya perlu diubah," katanya.

Sejumlah ahli psikologi juga menilai aktivitas refleksi diri memiliki manfaat dalam membantu seseorang meningkatkan kesadaran diri (self-awareness), mengelola stres, serta memahami tujuan dan nilai-nilai yang dianggap penting dalam hidupnya.

Menariknya, kegiatan reflektif semacam ini kini semakin diminati oleh kelompok usia produktif, terutama mereka yang sedang menghadapi transisi kehidupan seperti pergantian karier, memasuki dunia kerja, membangun keluarga, atau mencari keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Selain dilakukan secara tatap muka, sesi refleksi juga tersedia dalam format daring sehingga dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Format ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk memahami diri sendiri tidak lagi terbatas pada ruang konseling atau pelatihan formal, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, menyediakan waktu untuk berhenti sejenak dan berdialog dengan diri sendiri menjadi hal yang semakin relevan. Sebab, tidak semua persoalan membutuhkan jawaban dari orang lain. Terkadang, jawaban terbaik justru muncul ketika seseorang memberi ruang bagi dirinya untuk berpikir dengan lebih jernih.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement