Salah satu contoh penerapan pendekatan tersebut dapat ditemukan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. PT Freeport Indonesia telah menjalankan program pengendalian malaria sejak awal 1990-an untuk melindungi karyawan, keluarga, dan masyarakat sekitar dari risiko penularan.
Perwakilan PT Freeport Indonesia, Daniel Perwira, mengatakan program tersebut awalnya ditujukan untuk melindungi lingkungan kerja perusahaan. Namun seiring waktu, cakupan program diperluas hingga menjangkau masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Program yang kami lakukan kemudian berkembang untuk mendukung pengendalian malaria di masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut mencakup pelaksanaan berbagai program di kampung-kampung sekitar wilayah operasi perusahaan yang bertujuan menurunkan angka kasus malaria. Menurut Daniel, sinergi antara sektor swasta dan pemerintah terus berkembang hingga saat ini.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Mimika juga telah membangun pusat pengendalian malaria atau Malaria Center yang menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung upaya eliminasi malaria.