Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penanganan Malaria Perlu Pendekatan Baru, Tak Cukup Hanya Mengandalkan Pengobatan

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 09 Juni 2026 |20:08 WIB
Penanganan Malaria Perlu Pendekatan Baru, Tak Cukup Hanya Mengandalkan Pengobatan
Penanganan Malaria Perlu Pendekatan Baru, Tak Cukup Hanya Mengandalkan Pengobatan (Foto: Freepik)
A
A
A

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital dinilai penting untuk mendukung pemantauan data secara real time sehingga respons terhadap potensi penyebaran malaria dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Kasus Malaria di Indonesia

Data APJIPMI menunjukkan kasus malaria di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Pada tahun terakhir, jumlah kasus nasional tercatat mencapai 706.297 kasus. Sebagian besar kasus tersebut berasal dari wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, yang menyumbang lebih dari 90 persen dari total kasus nasional.

Besarnya jumlah kasus membuat pemerintah terus mengalokasikan anggaran untuk pengendalian malaria. Pada 2025, anggaran penanganan malaria tercatat mencapai Rp530 miliar, termasuk untuk pengadaan kelambu dan program pencegahan lainnya.

APJIPMI mendorong agar penggunaan anggaran tersebut difokuskan secara efektif pada kegiatan pencegahan dan pengendalian vektor penyakit. Salah satu pendekatan yang diusulkan adalah Larva Source Management, yakni strategi pengendalian yang berfokus pada pengawasan vektor dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

“Pendekatan ini bertujuan memetakan wilayah reseptif, memahami pola penularan, serta merancang langkah pengendalian yang lebih efektif dan efisien untuk mencegah wabah sekaligus mendukung target eliminasi malaria,” kata Boyke.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement