KEBIASAAN mengatur kulkas ke suhu paling dingin sering kali dianggap sebagai cara paling ampuh untuk menjaga kesegaran bahan makanan. Namun, apakah hal tersebut sekadar mitos atau benar fakta?
Tanpa disadari, pengaturan suhu yang tidak tepat justru menjadi salah satu pemicu utama membengkaknya tagihan listrik bulanan rumah tangga. Karena itu, penting memahami fakta sebenarnya dari pengaturan suhu kulkas ini.

Sistem kerja kulkas pada dasarnya menyerupai pendingin ruangan (Air Conditioner/AC). Keduanya mengandalkan komponen utama seperti sistem pendingin, termostat, refrigran, dan kompresor untuk menjaga kestabilan suhu di dalamnya.
Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap dalam unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan bahwa pengaturan suhu yang terlampau rendah memaksa kompresor kulkas bekerja jauh lebih keras dan lama untuk mempertahankan tingkat kedinginan tersebut.
"Logikanya sama, semakin rendah suhu yang kita minta, semakin berat sistem pendinginnya bekerja. Saat suhu di dalam kulkas mulai naik, termostat akan memberi sinyal ke kompresor untuk bekerja lagi. Nah, kalau suhu kulkas kita stel terlalu rendah, kompresornya harus bekerja lebih lama untuk menjaga suhu itu tetap dingin. Makanya, suhu kulkas itu jangan distel jadi yang paling dingin," kata Bang Sap.
Bang Sap menjelaskan, merujuk pada standar ideal yang disarankan oleh Department of Energy Marika Serikat, suhu yang disarankan pada kulkas adalah 1,7 hingga 3,3 derajat Celsius. Sementara itu, freezer di suhu minus 18 derajat Celsius.