“Pelaku utamanya adalah santan kental yang dimasak berjam-jam, serta jeroan seperti hati, paru, dan usus,” katanya.
“Kalau habis Iduladha banyak yang masuk RS karena hipertensi atau kolesterol, pastikan kita tahu bahwa pelakunya bukan kambingnya,” ucapnya.
Budi pun mengingatkan masyarakat agar tetap bisa menikmati daging kurban tanpa takut berlebihan. Ia mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan cara memasak dan jumlah konsumsi.
Ia juga menyarankan untuk mengurangi penggunaan santan, garam, dan gula berlebih, serta membatasi konsumsi jeroan agar tubuh tetap sehat selama momen Iduladha.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.