Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ritual Puasa Mutih yang Dilakukan Jelang Pernikahan, Apa Manfaatnya?

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |07:10 WIB
Ritual Puasa Mutih yang Dilakukan Jelang Pernikahan, Apa Manfaatnya?
Ritual Puasa Mutih yang Dilakukan Jelang Pernikahan, Apa Manfaatnya? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Selebritis Syifa Hadju belakangan ini mengungkap rahasia tampil memesona saat prosesi pernikahannya bersama El Rumi. Selain paras cantik dan gaun pengantin yang menawan, Syifa juga melakukan ritual khusus jelang pernikahan, yakni puasa mutih.

Puasa mutih merupakan salah satu tradisi yang masih dilakukan sebagian masyarakat Indonesia, khususnya oleh calon pengantin. Praktik ini identik dengan konsumsi makanan dan minuman yang sangat sederhana biasanya hanya nasi putih dan air putih dalam jangka waktu tertentu sebelum hari pernikahan.

Meski berakar dari budaya dan kepercayaan lokal, puasa mutih dipercaya memiliki sejumlah manfaat, baik secara fisik maupun mental, bagi calon pengantin.

Secara fisik, puasa mutih dapat membantu proses detoksifikasi tubuh. Dengan mengurangi asupan makanan berlemak, berminyak, dan tinggi gula, tubuh memiliki kesempatan untuk “beristirahat” dari proses pencernaan yang berat. Hal ini dapat membantu membersihkan sistem pencernaan dan membuat tubuh terasa lebih ringan.

Tak jarang, calon pengantin juga merasakan penurunan berat badan selama menjalani puasa ini, sehingga membantu meningkatkan rasa percaya diri menjelang hari pernikahan.

Selain itu, pola makan sederhana selama puasa mutih juga dapat membantu menstabilkan kadar gula dan mengurangi risiko peradangan dalam tubuh.

Dengan konsumsi yang minim bahan tambahan, tubuh cenderung lebih mudah menyerap nutrisi dasar dari makanan yang dikonsumsi, meskipun tetap perlu diperhatikan agar tidak dilakukan terlalu ekstrem atau tanpa pengawasan.

Manfaat Puasa Mutih

Dari sisi mental dan emosional, puasa mutih sering dikaitkan dengan proses refleksi diri. Calon pengantin yang menjalani puasa ini biasanya juga diiringi dengan niat untuk membersihkan pikiran, menenangkan diri, dan mempersiapkan mental menghadapi kehidupan baru setelah menikah. Dalam konteks ini, puasa mutih menjadi semacam ritual untuk meningkatkan kesabaran, pengendalian diri, serta fokus pada tujuan pernikahan itu sendiri.

Tak hanya itu, bagi sebagian orang, puasa mutih juga memiliki makna spiritual. Tradisi ini dianggap sebagai bentuk pendekatan diri kepada Tuhan, memohon kelancaran, serta keberkahan dalam pernikahan yang akan dijalani. Kombinasi antara pembatasan fisik dan niat spiritual ini dipercaya dapat memberikan ketenangan batin bagi calon pengantin.

Namun demikian, penting untuk memahami bahwa puasa mutih tidak selalu cocok untuk semua orang. Jika dilakukan tanpa persiapan atau kondisi tubuh yang kurang fit, puasa ini justru dapat menimbulkan efek samping seperti lemas, kekurangan nutrisi, hingga gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani puasa mutih, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Pada akhirnya, puasa mutih bisa menjadi salah satu cara bagi calon pengantin untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik fisik, mental, maupun spiritual.

Namun, praktik ini sebaiknya dilakukan secara bijak, seimbang, dan tidak mengabaikan aspek kesehatan demi mendapatkan manfaat yang optimal.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement