Di mana program ini akan melibatkan perempuan di tingkat desa, organisasi PKK, serta berbagai lembaga masyarakat untuk memperkuat pola asuh anak. Selain itu, kementerian juga mengaktifkan Forum Anak Nasional hingga tingkat desa agar anak-anak dapat berperan sebagai pelopor dan pelapor jika menemukan kekerasan atau risiko di lingkungan mereka.
“Anak-anak tidak bisa hanya dilarang, tetapi harus diberi solusi. Kalau tidak boleh main gadget, lalu apa yang harus dilakukan,” kata Arifatul.
Sebagai alternatif aktivitas bagi anak, Arifatul mendorong permainan tradisional untuk anak. Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai filosofi yang kuat dalam membentuk karakter anak.
“Dalam permainan tradisional tidak ada yang bermain sendiri. Minimal berdua sampai sepuluh orang. Di situ anak belajar antre, menghargai, tidak curang, dan tanpa disadari nilai-nilai Pancasila juga tertanam,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.