Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ibu-Ibu Jangan Khawatir, Kemenkes Pastikan Vaksin MR Aman untuk Imunisasi Cegah Campak

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |08:08 WIB
Ibu-Ibu Jangan Khawatir, Kemenkes Pastikan Vaksin MR Aman untuk Imunisasi Cegah Campak
Ibu-Ibu Jangan Khawatir, Kemenkes Pastikan Vaksin MR Aman untuk Imunisasi Cegah Campak (Foto: Freepik)
A
A
A

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi memiliki ketersediaan vaksin yang memadai, dengan 23 provinsi memiliki stok untuk 2–5 bulan, sembilan provinsi untuk 5–7 bulan, serta enam provinsi memiliki stok lebih dari tujuh bulan.

Stok vaksin tersebut diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan catch-up campaign (imunisasi kejar) di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang menjadi prioritas pengendalian campak. Rizka juga menegaskan bahwa vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui proses evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan khasiatnya.

“Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui kajian oleh Kementerian Kesehatan dan Komite Imunisasi Nasional, serta mendapatkan izin edar dari Badan POM. Artinya, vaksin tersebut telah dipastikan aman dan efektif digunakan,” katanya.

Berdasarkan hasil studi dan uji klinis, vaksin MR terbukti efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella. Penelitian menunjukkan peningkatan antibodi yang signifikan setelah pemberian vaksin, dengan tingkat seropositif mencapai lebih dari 90 persen pada anak yang telah divaksinasi.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai efek samping, Rizka menjelaskan bahwa reaksi yang muncul setelah imunisasi umumnya bersifat ringan dan sementara.

“Efek samping vaksin MR pada umumnya ringan, seperti demam ringan, kemerahan atau nyeri di tempat suntikan, serta ruam ringan. Reaksi ini biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam,” jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement