JAKARTA - Ramadhan biasanya dikenal sebagai bulan berbagi dan penuh keberkahan. Namun bulan suci ini justru dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk 'mengemis' selama bulan suci.
Tahun ini, otoritas di Uni Emirat Arab memperingatkan bahwa fenomena mengemis justru meningkat secara signifikan selama bulan suci, bukan hanya di jalanan tetapi juga secara digital. Fenomena ini disebut mengeksploitasi rasa empati masyarakat.
Meningkatnya aktivitas mengemis selama Ramadhan bukan hanya karena keinginan orang untuk memberi. Ada juga kelompok yang menjadikannya momentum sebagai peluang untuk mendapatkan uang.
Tidak hanya di jalan, praktik penipuan juga terjadi secara elektronik. Penjahat kini memanfaatkan kecanggihan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat konten yang tampak menyentuh.
Misalnya dengan gambar atau video palsu tentang anak sakit. Ada juga yang membuat pesan suara AI yang terdengar asli untuk memancing donasi di WhatsApp atau Instagram.