Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Curhat Tukang Kopi Keliling Sepi Pembeli, Keluhkan Tak Bisa Mudik Lebaran

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 05 Maret 2026 |14:48 WIB
Curhat Tukang Kopi Keliling Sepi Pembeli, Keluhkan Tak Bisa Mudik Lebaran
Curhat Tukang Kopi Keliling Sepi Pembeli, Keluhkan Tak Bisa Mudik Lebaran (Foto: Okezone)
A
A
A

Waktu pun seakan bukan halangan, target yang harus tetap dikejar demi gaji yang didapat membuat Chandra terkadang harus berjualan hingga malam hari jika belum mencapai target. Namun jika penjualannya sudah mencapai target yang ditentukan, ia bisa pulang lebih awal di sore hari.

“Nah, kalau ini sesuai target. Kalau dia dapat 50 cup, jam 06.00, jam 05.00 sudah bisa pulang,” cetus Chandra.

Tak jarang, ia harus ikhlas kopinya terjual seadanya jika sampai malam hari target yang ditentukan belum tercapai sama sekali. “Kalau sudah target harian kan jarang. Ya, seadanya saja, jualan sedapat-dapatnya,” tambah dia.

Rasa khawatir terkadang menyelimuti dirinya. Penjualan yang menurun sama dengan gaji bulanan ikut menurun. Hal itu menjadi hal yang selalu dipikirkan Chandra di tengah Ramadhan seperti ini. Apalagi, dengan gajinya yang menurun ia terancam tidak bisa mudik ke tanah kelahirannya di Medan, Sumatera Utara.

Tahun kemarin ia masih bisa merasakan mudik dengan gaji bulanan dari berjualan kopi keliling selama Ramadhan yang mencapai Rp5 juta. Namun untuk tahun ini, ia memperkirakan dirinya hanya akan mendapat Rp2 juta dan tidak cukup untuk dirinya bertahan hidup di Jakarta, apalagi harus mudik saat Lebaran.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement