Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Bentuk dan Rasa Kurma Berbeda-beda?

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2026 |17:50 WIB
 Kenapa Bentuk dan Rasa Kurma Berbeda-beda?
Kenapa Bentuk dan Rasa Kurma Berbeda-beda? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kenapa bentuk dan rasa kurma berbeda-beda? Kurma adalah buah dari pohon Phoenix dactylifera, yang banyak tumbuh di wilayah beriklim kering seperti Timur Tengah dan Afrika Utara. Buah ini telah dikonsumsi selama ribuan tahun dan menjadi bagian penting dalam tradisi berbuka puasa.

Kurma memiliki rasa manis alami dengan tekstur lembut hingga sedikit kenyal. Selain dikonsumsi langsung, kurma juga kerap dijadikan pemanis alami dalam berbagai hidangan dan minuman. Bentuk dan rasa kurma berbeda tergantung dari jenisnya.

Jenis-Jenis Kurma yang Populer

Berikut beberapa jenis kurma yang umum ditemukan di pasaran:

  • Kurma Medjool: Bertekstur lembut dengan rasa manis menyerupai karamel.
  • Kurma Ajwa: Berwarna hitam pekat dan populer karena kandungan nutrisinya.
  • Kurma Deglet Noor: Teksturnya lebih kenyal dan rasanya tidak semanis Medjool.
  • Kurma Barhi: Dapat dikonsumsi segar maupun kering, dengan rasa seperti butterscotch.
  • Kurma Sukari: Dikenal dengan rasa manis lembut dan tekstur lebih lunak.

Di Indonesia, jenis yang paling banyak beredar dan digemari adalah kurma Ajwa.

Manfaat Mengonsumsi Kurma Saat Puasa

Selain rasanya yang manis, kurma kaya akan nutrisi yang membantu tubuh pulih setelah seharian berpuasa. Berikut beberapa manfaatnya:

1. Mengembalikan Energi dengan Cepat

Saat puasa, kadar gula darah menurun karena tidak ada asupan makanan dan minuman. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh sehingga dapat membantu memulihkan energi dengan cepat.

2. Memiliki Indeks Glikemik Rendah hingga Sedang

Banyak yang mengira kurma menyebabkan lonjakan gula darah drastis. Faktanya, kurma memiliki indeks glikemik rendah hingga sedang, sehingga tidak serta-merta menyebabkan kenaikan gula darah tajam jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

3. Kaya Serat untuk Kesehatan Pencernaan

Kurma mengandung serat larut dan tidak larut yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Mengonsumsi kurma sebelum makan utama juga dapat membantu sistem pencernaan beradaptasi setelah berpuasa.

4. Menjaga Keseimbangan Elektrolit

Kandungan kalium dan magnesium dalam kurma berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Hal ini penting untuk mencegah dehidrasi dan kram otot setelah berbuka.

5. Mengandung Antioksidan

Kurma kaya akan antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Senyawa ini membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif dan peradangan, sekaligus mendukung daya tahan tubuh.

6. Membantu Mengontrol Nafsu Makan

Karena tinggi serat dan memiliki rasa manis alami, kurma dapat membantu mengurangi rasa lapar berlebihan saat berbuka sehingga membantu mengontrol porsi makan.
 

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement