Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Jaga Imun saat Berpuasa ala Ade Rai: Sahur Tanpa Karbo!

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 23 Februari 2026 |08:24 WIB
Tips Jaga Imun saat Berpuasa ala Ade Rai: Sahur Tanpa Karbo!
Tips Jaga Imun saat Berpuasa ala Ade Rai (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Bulan puasa menjadi bulan yang khidmat, di mana banyak umat Muslim memanfaatkan momen tersebut untuk beribadah. Namun, tentu sangat tidak menyenangkan jika menjalani ibadah di bulan Ramadan dalam kondisi imun yang tidak baik.

Kondisi imun sendiri dapat dipengaruhi oleh aktivitas serta makanan yang kita konsumsi sehari-hari, khususnya saat sahur dan berbuka di bulan Ramadan. Oleh karena itu, konsumsi makanan perlu diperhatikan dengan baik.

Berikut tips sahur dari influencer kebugaran sekaligus binaragawan, Ade Rai, agar imun tubuh tetap terjaga selama berpuasa di bulan Ramadan. Dalam video yang diunggah di channel Dunia Ade Rai, ia mengatakan bahwa waktu sahur menjadi hal yang paling krusial dalam menentukan bagaimana tubuh bereaksi selama belasan jam ke depan.

Ia menilai, sahur bukanlah formalitas atau simbol belaka, melainkan sebuah langkah strategis untuk menjaga stabilitas metabolisme selama berpuasa.

"Sahur itu menjadi sesuatu yang krusial. Jadi teman-teman, sahur mau dijadikan sebagai sebuah simbol saja yang penting saya sudah sahur, bangun lalu melakukan aktivitas itu enggak masalah,” kata Ade dalam videonya di Youtube.

Sahur Tanpa Karbo

Ade menyarankan agar masyarakat menghindari karbohidrat saat sahur. Sebagai penggantinya, masyarakat bisa mengonsumsi nutrisi yang lebih lambat dicerna dan tidak memicu lonjakan insulin secara drastis, seperti protein dan lemak sehat.

“Tapi kalau saya berbicara secara strategi kesehatan, kalau berkenan teman-teman jangan masukkan karbo. Jadi kalau teman-teman mau masukinnya berarti apa? Masukinnya bisa protein, bisa lemak,” ucap dia.

Makanan yang mengandung protein dan lemak sehat itu diantaranya seperti telur, ayam, atau ikan menjadi opsi sumber energi yang jauh lebih stabil untuk tubuh tanpa menimbulkan rasa lemas yang berlebihan akibat fluktuasi gula darah.

“Nah, idealnya yang paling gampang itu adalah biasanya udah pasti telur. Tapi kalau bisa jangan masukin karbo," cetus Ade.

Ia menjelaskan, strategi tersebut berasal dari perhitungan durasi jeda makan. Dengan mengonsumsi karbohidrat terakhir pada malam hari (sekitar pukul 22.00) dan tidak menambahkannya lagi saat sahur, maka tubuh akan memiliki jeda waktu yang sangat panjang agar tidak terjadi lonjakan gula darah.

"Dari jam 10 malam nanti baru ketemu lagi di jam 6.15 itu kurang lebih sekitar 18 sampai 20 jam itu tidak terjadi yang namanya lonjakan gula darah yang terlalu tinggi tuh teman-teman, jadi lonjakan gula darahnya dia standar aja," jelas dia.

Ade menuturkan, manfaat utama dari kondisi gula darah yang stabil ini adalah memaksa tubuh untuk mencari bahan bakar alternatif. Ketika tidak ada asupan karbohidrat baru di pagi hari, tubuh secara otomatis akan mulai membakar cadangan energi yang tersimpan di dalam lemak, dimana kondisi tersebut menguntungkan bagi komposisi tubuh.

"Setelah itu badan sudah akan mencari alternatif sumber energi lain. Which is adalah dia akan ambilnya dari lemak sebagai stored energy, cadangan energi. Jadi di tips nomor 1 saya adalah kita make sure di sahur kalau bisa tidak terjadi lonjakan gula darah," pungkas dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement