Negara yang dikenal dengan isolasionisme budaya ini tidak mengakui atau merayakan Hari Valentine sama sekali. Semua bentuk perayaan budaya Barat ditiadakan karena fokus ideologis negara yang kuat.
Alasan utama penolakan atau pembatasan perayaan Hari Valentine di berbagai negara ini dipengaruhi beberapa faktor, misalnya konflik nilai antara tradisi lokal, hukum agama, dan ekspresi budaya Barat.
Beberapa pemerintah di negara tersebut khawatir perayaan ini akan mengubah norma tradisional masyarakat dan mendorong perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama atau budaya setempat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)