Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Negara yang Melarang Perayaan Valentine, Ada Indonesia

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Sabtu, 14 Februari 2026 |13:47 WIB
6 Negara yang Melarang Perayaan Valentine, Ada Indonesia
6 Negara yang Melarang Perayaan Valentine, Ada Indonesia (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Hari Valentine yang diperingati setiap 14 Februari sering identik dengan cokelat, bunga, surat cinta, dan momen romantis bersama pasangan. Namun, ternyata beberapa negara di dunia justru menolak atau membatasi perayaan hari kasih sayang tersebut.

Hal itu karena perayaan Valentine dinilai bertentangan dengan nilai budaya, agama, atau moral masyarakat setempat. Berikut ini beberapa negara yang melarang, membatasi, atau tidak merayakan Hari Valentine berdasarkan alasannya:

Negara yang Melarang Valentine

1. Iran

Pemerintah Republik Islam Iran melarang perayaan Hari Valentine karena dianggap sebagai tradisi Barat yang “tidak sesuai dengan nilai Islam”. Bahkan, pemerintah Iran juga melakukan pengawasan terhadap barang-barang yang identik dengan Valentine seperti bunga merah, kartu ucapan, dekorasi berwarna merah, dan juga mengimbau para generasi muda untuk tidak merayakan Valentine.

2. Arab Saudi

Arab Saudi juga melarang perayaan Valentine karena dianggap bertentangan dengan norma budaya dan hukum agama. Larangan ini termasuk pembatasan penjualan item bertema Valentine dan mengawasi tindakan romantis yang dilakukan di ruang publik.

Beberapa tahun terakhir, pembatasan mulai dilonggarkan, tetapi tetap jarang terlihat perayaan Valentine di negara tersebut.

3. Pakistan

Di Pakistan, perayaan Valentine pernah dilarang secara resmi karena dinilai “melanggar ajaran Islam” dan sebagai impor budaya Barat. Bahkan, media dan ruang publik dilarang menayangkan konten promosi terkait Valentine.

4. Malaysia (beberapa wilayah)

Di Malaysia memang tidak ada larangan nasional untuk merayakan Valentine. Namun, sejumlah wilayah di Malaysia seperti Kelantan dan Terengganu memberlakukan pembatasan berdasarkan hukum agama (Syariah).

Otoritas setempat sering mengeluarkan larangan barang yang identik dengan Valentine seperti balon, bunga, dan kartu ucapan dengan alasan menjaga moral dan norma Islam.

5. Indonesia (beberapa wilayah)

Indonesia secara nasional memang tidak melarang secara resmi perayaan Hari Valentine. Namun, di beberapa daerah konservatif, terutama Aceh yang menerapkan hukum syariah, perayaan Valentine tidak diizinkan dan kadang disertai tindakan penertiban terhadap pasangan yang merayakannya secara publik.

6. Korea Utara

Negara yang dikenal dengan isolasionisme budaya ini tidak mengakui atau merayakan Hari Valentine sama sekali. Semua bentuk perayaan budaya Barat ditiadakan karena fokus ideologis negara yang kuat.

Alasan utama penolakan atau pembatasan perayaan Hari Valentine di berbagai negara ini dipengaruhi beberapa faktor, misalnya konflik nilai antara tradisi lokal, hukum agama, dan ekspresi budaya Barat.

Beberapa pemerintah di negara tersebut khawatir perayaan ini akan mengubah norma tradisional masyarakat dan mendorong perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama atau budaya setempat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement