Namun, dalam konteks globalisasi dan mobilitas manusia yang semakin tinggi, pendekatan tersebut menghadapi tantangan baru.
Anggapan bahwa Korea Selatan memiliki tingkat rasisme tinggi berakar pada kombinasi beberapa faktor: nasionalisme kuat, konsep homogenitas etnis, pengalaman multikultural yang relatif baru, serta kebijakan yang masih berproses menuju sistem yang lebih inklusif.
Meski demikian, perubahan sosial terus berlangsung. Diskusi publik mengenai keberagaman dan inklusivitas juga semakin terbuka dalam beberapa tahun terakhir.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)