Korea Selatan baru mengalami peningkatan keberagaman dalam beberapa dekade terakhir, terutama akibat masuknya pekerja migran dan meningkatnya pernikahan antarnegara.
Karena perubahan ini tergolong cepat, proses adaptasi sosial tidak selalu berjalan mulus. Beberapa kalangan menilai pemahaman masyarakat terhadap isu multikulturalisme masih berkembang, sehingga gesekan sosial kadang muncul.
Meski ada kemajuan dalam isu kesetaraan gender dan hak kelompok tertentu, regulasi khusus yang secara komprehensif melindungi dari diskriminasi rasial dinilai masih terbatas.
Sejumlah akademisi mendorong pembangunan identitas nasional yang lebih inklusif agar mampu menyesuaikan diri dengan realitas masyarakat yang semakin beragam.
Sejarah Korea Selatan yang diwarnai penjajahan dan konflik turut membentuk identitas nasional yang kuat dan protektif. Penekanan pada persatuan dan kesatuan bangsa menjadi bagian penting dalam pembangunan negara modern.