Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunjungan Turis Asing Tembus 15,39 Juta, Ini Strategi Kemenpar di 2026

Niko Prayoga , Jurnalis-Rabu, 11 Februari 2026 |20:00 WIB
Kunjungan Turis Asing Tembus 15,39 Juta, Ini Strategi Kemenpar di 2026
Kunjungan Turis Asing Tembus 15,39 Juta, Ini Strategi Kemenpar di 2026 (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan.

Hal tersebut turut meningkatkan jumlah perjalanan wisata di Indonesia yang mencapai 1,2 miliar perjalanan dengan jumlah pengeluaran wisatawan mancanegara yang mencapai 1.267 dolar Amerika Serikat. Kenaikan itu juga berdampak positif terhadap lapangan kerja di sektor pariwisata yang menyerap 25,91 juta tenaga kerja.

“Sepanjang tahun 2025, pariwisata Indonesia menunjukkan momentum positif serta kinerja yang semakin kuat dan memberikan optimisme bagi arah pembangunan pariwisata nasional ke depan,” ungkap Widiyanti dalam sambutannya pada acara Seleksi Bersama Masuk Politeknik Pariwisata Tahun 2026, Rabu (11/2/2026).

Ia menyebutkan, kenaikan di atas dapat dilihat dari bergesernya tren utama wisata di Indonesia. Dalam Indonesian Tourism Outlook 2025 dan 2026, tren utama pariwisata di Indonesia adalah cultural immersion, eco-friendly tourism, nature and adventure tourism, culinary tourism, wellness tourism, serta leisure atau business leisure dan MICE.

“Enam tren ini mencerminkan pergeseran preferensi wisatawan global yang semakin mengutamakan pengalaman yang personal, berkelanjutan, dan bernilai. Tren-tren tersebut akan membentuk arah pengalaman berwisata ke depan sehingga perlu diantisipasi dan dikelola secara cermat,” ucap dia.

Maka dari itu, ia menuturkan bahwa fokus utama pariwisata Indonesia saat ini adalah mendorong pariwisata berkualitas sebagai kunci untuk menarik dan menumbuhkan jumlah wisatawan. Sehingga, Indonesia bisa bersaing di kancah global dalam sektor pariwisata, bersamaan dengan kualitas wisatawan dan ekonomi yang dihasilkan.

“Pendekatan ini memastikan destinasi pariwisata Indonesia tetap terjaga kualitasnya sekaligus memiliki daya saing yang kuat,” cetus Widiyanti.

Menanggapi tren tersebut, Widiyanti menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang beberapa langkah strategis guna mempertahankan capaian tersebut dan menjawab tantangan sektor pariwisata ke depannya.

“Transformasi pariwisata Indonesia dioperasionalkan secara terarah melalui lima program unggulan Kementerian Pariwisata tahun 2026,” tambah dia.

Strategi Kemenpar

Ia menjelaskan, program pertama dari Kementerian Pariwisata yang bakal menjadi langkah strategis adalah peningkatan sumber daya manusia dan standardisasi keselamatan wisatawan.

“Di saat yang sama, standar keselamatan usaha pariwisata terus diperkuat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta penyediaan informasi perjalanan yang jelas dan terpercaya bagi wisatawan,” jelas Widiyanti.

Kemudian, langkah kedua adalah pengembangan dan penguatan desa wisata. Menurutnya, desa wisata merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Desa wisata terus didorong sebagai motor pertumbuhan ekonomi lokal dan pemerataan pembangunan. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas produk, kelembagaan, dan kesiapan destinasi agar desa wisata semakin kompetitif dan berkelanjutan,” papar dia.

Ketiga, Kementerian Pariwisata bakal mengurasi dan mempromosikan paket wisata tematik seperti gastronomi, wellness, bahari, desain, seni, dan wisata ramah muslim guna memperkuat daya tarik.

“Yang keempat, penguatan Event by Indonesia terus dilakukan dengan menampilkan identitas unik Indonesia sebagai strategi menciptakan dampak ekonomi dalam waktu yang relatif singkat sekaligus memperkuat citra destinasi nasional,” kata dia.

Sementara itu, langkah kelima dari Kementerian Pariwisata adalah transformasi digital atau “Tourism 5.0” guna menghadirkan layanan yang berkualitas. Digitalisasi tersebut dilakukan melalui kecerdasan buatan atau AI bernama MAYA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia).

“MAYA atau Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia mulai diintegrasikan dalam platform digital pariwisata, yaitu Indonesia Travel. Dan pada tahun ini penguatan diarahkan pada pengembangan ekosistem event berbasis digital,” pungkas dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement