JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan seorang pria melarang wisatawan mengambil foto di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY. Ia diduga merupakan oknum jasa foto yang menyampaikan bahwa foto individu diperbolehkan, namun melarang foto rombongan wisatawan.
Video tersebut pun langsung viral dan menuai beragam reaksi. Warganet ramai mempertanyakan apakah ada aturan yang melarang wisatawan memotret kegiatan mereka sendiri di salah satu destinasi pantai terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.
Menanggapi viralnya konten tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul akhirnya buka suara. Pihaknya menegaskan bahwa siapa pun diperbolehkan mengambil foto di Pantai Parangtritis karena pantai tersebut merupakan ruang publik yang terbuka untuk umum.
Kepala Dispar Bantul, Saryadi, mengatakan bahwa pantai yang ada di sepanjang wilayah Kabupaten Bantul merupakan ruang publik yang bebas dinikmati oleh pengunjung dari mana pun. Termasuk untuk mendokumentasikan diri dan rombongannya saat berwisata.
Pihaknya pun menegaskan tidak ada aturan yang melarang pengambilan dokumentasi di wilayah pantai. Justru pengambilan foto dan video yang dibagikan oleh para pengunjung dinilai dapat menarik wisatawan lainnya untuk berkunjung ke Bantul.
"Pantai Parangtritis dan pantai sepanjang daerah di Kabupaten Bantul itu adalah ruang destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bantul yang tentunya bebas dinikmati oleh siapa pun, oleh pengunjung dari mana pun, termasuk untuk mendokumentasikan diri dan rombongannya pada saat berwisata," ujarnya.
Unggahan di Instagram @pemkabbantul itu pun menuai beragam komentar dari warganet. Mereka mengapresiasi tindak cepat dari Pemkab Bantul yang sigap memberikan respons atas kasus ini.
Namun, warganet masih penasaran mengenai tindakan yang dilakukan terhadap oknum jasa foto tersebut setelah kejadian ini viral.
"Lah terus upaya pada oknum tsb gimana pak? itu poinnya," tulis akun nbas_jogja.
"Ora ditindak? (enggak ditindak?)" tulis akun anang_eko***.
"Satu orang merusak citra pariwisata maka dampaknya akan ke beberapa sektor. Jadi mari jangan mementingkan ego sendiri," tulis akun genpij****.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)