Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah di Balik Tradisi Memberi Bunga Mawar saat Hari Valentine

Rani Hardjanti , Jurnalis-Minggu, 08 Februari 2026 |18:06 WIB
Kisah di Balik Tradisi Memberi Bunga Mawar saat Hari Valentine
Hari Valentine kenapa Identik dengan Bunga Mawar? (Foto: Freepik)
A
A
A

Makna mawar semakin berkembang pada Era Victoria, ketika masyarakat Eropa menggunakan bunga sebagai sarana menyampaikan pesan emosional yang tak terucapkan. Setiap warna mawar memiliki arti tersendiri. Mawar merah melambangkan cinta dan gairah, mawar kuning simbol persahabatan, mawar oranye melambangkan hasrat, sementara mawar merah muda merepresentasikan rasa terima kasih.

Hingga kini, mawar merah tetap menjadi simbol cinta romantis yang paling kuat. Keindahannya yang lembut berpadu dengan duri yang tajam kerap dimaknai sebagai gambaran cinta itu sendiri—indah, penuh gairah, namun tak lepas dari pengorbanan dan luka.

Folkloris sekaligus pendiri Carterhaugh School of Folklore, Sara Cleto, PhD, menjelaskan bahwa warna merah juga memiliki makna historis tersendiri. Dahulu, pewarna merah tergolong langka dan mahal, sehingga warna ini identik dengan kemewahan dan sesuatu yang sangat diinginkan.

“Sebagian dari ini mungkin karena pewarna merah biasanya sangat mahal dan sulit didapat. Semua faktor ini membuat warna merah terasa sangat diinginkan dan mewah,” ungkap Cleto.

Perpaduan antara mitologi, sejarah, dan simbolisme inilah yang membuat bunga mawar, khususnya mawar merah, terus menjadi lambang cinta yang paling ikonik setiap Hari Valentine.

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement