JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada Tahun Kuda Api menjadi momentum penting bagi masyarakat Tionghoa untuk menyambut tahun yang diyakini penuh semangat, keberanian, dan pertumbuhan. Dalam kepercayaan budaya Tionghoa, elemen api pada shio Kuda melambangkan energi, keberuntungan, serta peluang rezeki yang lebih besar.
Selain menyiapkan dekorasi bernuansa merah dan emas, hidangan khas Imlek juga memiliki peran penting sebagai simbol doa dan harapan. Setiap sajian yang dihidangkan bukan sekadar makanan, melainkan sarat makna filosofis yang dipercaya dapat membawa keberuntungan, kemakmuran, hingga kekayaan sepanjang tahun.
Tak heran, pemilihan menu jamuan Imlek pun tidak dilakukan secara sembarangan. Beberapa hidangan tradisional China diyakini memiliki makna khusus yang selaras dengan semangat Tahun Kuda Api, seperti kelimpahan rezeki, keharmonisan keluarga, dan peningkatan karier. Berikut lima hidangan khas Imlek yang dipercaya membawa hoki, melansir China Highlights, Selasa (28/1/2025).
1. Pangsit China (Kekayaan)
Selanjutnya ada pangsit China yang bisa disajikan saat Imlek. Berdasarkan sejarah lebih dari 1.800 tahun, pangsit merupakan makanan keberuntungan klasik untuk Tahun Baru Imlek dan menjadi hidangan tradisional yang disantap pada Malam Tahun Baru Imlek.
Pangsit Tiongkok sering dibuat menyerupai batangan perak kuno. Legenda menyebutkan, semakin banyak pangsit yang dimakan selama perayaan Imlek, semakin besar pula peluang seseorang mendapatkan kekayaan di tahun yang baru.
2. Ikan (Meningkatkan Kemakmuran)
Pertama ialah menu olahan ikan yang wajib ada dalam perayaan Imlek. Ikan dianggap sebagai salah satu hidangan yang bisa membawa keberuntungan di tahun baru.
Ikan merupakan hidangan tradisional Tahun Baru Imlek yang biasanya disajikan pada makan malam reuni keluarga. Orang Tionghoa meyakini pentingnya memiliki surplus di akhir tahun, karena jika mampu menyimpan sesuatu di penghujung tahun, maka akan ada lebih banyak rezeki di tahun berikutnya.
Ikan harus menjadi hidangan terakhir yang tersisa di meja makan. Hal ini karena ikan memiliki homofon yang menguntungkan dan dipercaya dapat meningkatkan kemakmuran.
3. Ayam Utuh (Keberuntungan dan Keutuhan)
Ayam merupakan homofon dari kata ji yang berarti keberuntungan dan kemakmuran. Hal inilah yang membuat ayam menjadi salah satu hidangan paling dinantikan dalam jamuan Imlek.
Ayam biasanya disajikan secara utuh, lengkap dengan kepala dan kaki, sebagai simbol persatuan, keutuhan keluarga, serta harapan akan awal dan akhir yang baik sepanjang tahun.
Ayam umumnya direbus atau dipanggang dengan bumbu sederhana seperti jahe atau kecap. Secara tradisional, ayam utuh juga dipersembahkan kepada leluhur dan dewa sebagai bentuk penghormatan serta doa untuk perlindungan.
4. Lumpia (Kekayaan)
Lumpia secara tradisional dikonsumsi selama Festival Musim Semi. Hidangan ini sangat populer di wilayah Tiongkok Timur seperti Jiangxi, Jiangsu, Shanghai, Fujian, Guangzhou, Shenzhen, hingga Hong Kong.
Lumpia merupakan hidangan dim sum khas Kanton berbentuk gulungan panjang yang diisi dengan sayuran, daging, atau bahan manis. Setelah digoreng, lumpia berwarna kuning keemasan.
Warna dan bentuk tersebut membuat lumpia dianggap sebagai simbol kekayaan, bahkan sering disebut sebagai “satu ton emas”. Lumpia goreng menyerupai emas batangan dan menjadi harapan akan kemakmuran di tahun yang baru.
5. Kue Tahun Baru China (Penghasilan atau Jabatan yang Lebih Tinggi)
Kue Tahun Baru China atau niangao merupakan makanan keberuntungan yang biasa disantap pada Malam Tahun Baru Imlek. Dalam bahasa Mandarin, niangao memiliki arti “semakin tinggi dari tahun ke tahun”.
Makna tersebut diartikan sebagai harapan peningkatan dalam kehidupan, baik dari segi karier, bisnis, maupun penghasilan. Bahan utama niangao biasanya terdiri dari beras ketan, gula, kastanye, kurma Tiongkok, dan daun teratai.
(Rani Hardjanti)