JAKARTA - Jakarta tampak megah dari balik jendela bus Transjakarta yang melaju di jalur layang Koridor 13. Namun, kemegahan itu seketika pudar oleh gemuruh badan bus yang menjadi “musik pengiring” bagi para penumpang sepanjang perjalanan.
Bukan karena kerusakan mesin, melainkan hantaman ban bus pada lubang-lubang yang menganga di tengah jalur. Rute yang menghubungkan Tegal Mampang hingga CBD Ciledug ini terasa bak wahana adrenalin yang memicu rasa waswas.
Guncangan keras saat bus menghantam lubang menciptakan ketegangan tersendiri bagi penumpang di dalamnya. Jae Sumiati, warga Tegal Parang, Jakarta Selatan, sebenarnya merasa sangat terbantu dengan kehadiran Transjakarta.
“Kalau menurut saya enak, ya, sangat mempermudah, apalagi untuk lansia. Ada area khusus, harganya terjangkau. Pokoknya, kalau bisa jangan dihilangkan,” ungkapnya saat diwawancarai di Halte Bus Transjakarta Tegal Mampang, Sabtu (7/2/2026).
Namun, nada bicaranya berubah saat menyinggung kondisi aspal Koridor 13. Kerusakan jalan ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman keselamatan. Ia kerap merasakan bus kehilangan keseimbangan atau oleng saat menghantam lubang di ketinggian tersebut.
“Banyak jalan berlubang, sangat bahaya. Kita kalau naik Transjakarta itu terasa oleng kadang-kadang,” tuturnya.