“Sayur itu sehat karena dia punya serat dan banyak vitaminnya. Tapi sayur itu juga punya sifat seperti spons. Kalau dia ketemu minyak goreng, dia akan menyerap semua minyak masuk ke serat-seratnya,” jelasnya.
Artinya, ketika sayur digoreng atau ditumis dengan banyak minyak, kalori yang masuk bukan lagi hanya dari sayurnya, melainkan dari minyak yang terserap. Padahal, satu sendok makan minyak goreng saja bisa mengandung sekitar 120 kalori.
Bayangkan jika satu porsi tumis sayur menggunakan beberapa sendok minyak—kalori bisa melonjak drastis tanpa disadari.
Kekhawatiran ini sejalan dengan pandangan World Health Organization (WHO) yang menilai teknik memasak deep-frying dapat meningkatkan kandungan lemak trans dan mengurangi kualitas nutrisi makanan.
Beberapa vitamin yang larut air dan sensitif terhadap panas, seperti vitamin C dan folat, bisa rusak saat sayur digoreng pada suhu tinggi. Artinya, meski terlihat tetap “sayur”, nilai gizinya sudah jauh berkurang.