Sejak lahir, anak memang memiliki kecenderungan alami menyukai rasa manis. Gula merupakan sumber energi cepat bagi tubuh dan dapat memicu pelepasan hormon yang memberikan rasa nyaman di otak. Tak heran jika makanan manis terasa lebih menarik bagi Si Kecil.
Selain itu, faktor psikologis juga berperan. Rasa manis sering dikaitkan dengan hadiah atau momen menyenangkan, sehingga anak mudah meminta permen, kue, atau minuman manis di luar waktu makan utama.
Dengan memahami hal ini, Bunda bisa lebih bijak mengatur pola makan anak, mengganti camilan manis berlebih dengan alternatif yang lebih sehat tanpa mengurangi asupan energi yang dibutuhkan.
Apakah Gula Bisa Membuat Anak Hiperaktif?
Anak yang tampak lebih bersemangat setelah makan manis sering dianggap mengalami hiperaktivitas akibat gula. Namun, sejumlah pakar menyebut bahwa hal ini kerap dipengaruhi oleh persepsi orang tua, bukan reaksi biologis langsung dari tubuh anak.
Faktor lain seperti kurang tidur, suasana yang terlalu ramai, kelelahan, atau rasa bosan justru lebih sering menjadi penyebab anak terlihat sulit tenang. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk melihat konteks secara menyeluruh sebelum menyimpulkan bahwa gula adalah penyebab utama.
Pola makan seimbang tetap menjadi kunci untuk menjaga energi dan emosi anak agar lebih stabil.