Pir cenderung terasa lebih manis secara alami, sehingga bisa menjadi pilihan favorit bagi mereka yang menyukai rasa buah yang lembut. Menurut ahli gizi, apel dan pir sama-sama mengandung serat tinggi yang membantu menunda rasa lapar, menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan mendukung kesehatan usus secara menyeluruh.
Karena pir cenderung lebih manis, beberapa orang merasa pir bisa menjadi camilan yang lebih “memuaskan” ketika membutuhkan gula alami tanpa tambahan gula olahan. Sementara apel yang lebih tajam cocok bagi mereka yang menginginkan rasa lebih segar dalam camilan.
Jika dibandingkan, tidak ada pemenang dari keduanya. Justru memasukkan pir dan apel dalam pola menu harian bisa menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat nutrisi yang optimal.
Apel dan pir sama-sama layak dimasukkan ke dalam menu harian, baik sebagai camilan cepat, dicampur dengan yogurt, maupun dibuat smoothie. Disarankan juga untuk mengonsumsi kedua buah ini beserta kulitnya, karena mengandung banyak serat dan antioksidan.
(Rani Hardjanti)