Mengenai tunjangan anak, hakim menekankan bahwa kedua orangtua bertanggung jawab untuk mendukung anak-anak mereka dan memerintahkan mantan istri Ayi untuk membayar NT$5.000 atau sekira Rp2,3 juta per bulan untuk setiap anak.
Kasus ini memicu perdebatan sengit di dunia maya, terutama terkait dengan etika dan tanggung jawab orangtua dalam mendukung anak-anak mereka. Beberapa netizen mempertanyakan apakah pendidikan yang ditempuh mantan istri Ayi relevan dengan pekerjaannya sebagai pekerja seks. Salah satu komentar menyindir, “Apakah pekerja seks sekarang memerlukan gelar magister?”
Sementara itu, banyak orang menekankan pentingnya tanggung jawab orangtua dalam mendukung anak-anak mereka, terlepas dari tekanan finansial atau pilihan hidup masing-masing. “Tunjangan anak adalah kewajiban, apa pun profesi mereka. Memiliki anak berarti berkomitmen untuk mendukung mereka setidaknya selama 18 tahun,” tulis salah satu netizen.
(Kemas Irawan Nurrachman)