Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Idap Diabetes Milletus, Kenali 5 Pilar Pengobatannya

Syifa Fauziah , Jurnalis-Rabu, 24 Juli 2024 |12:03 WIB
Anak Idap Diabetes Milletus, Kenali 5 Pilar Pengobatannya
Penanganan Pada Anak yang Diabtes. (Foto: Freepik)
A
A
A

DIABETES mellitus (DM) adalah penyakit kronik yang kejadiannya semakin meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya diderita orang dewasa namun juga pada anak-anak. 

Pada anak-anak, yang paling sering terjadi adalah DM tipe 1, di mana terjadi kekurangan insulin absolut dalam tubuh akibat rusaknya sel kelenjar pankreas akibat proses autoimun. Kerusakan pankreas yang terjadi pada umumnya baru menimbulkan gejala setelah mencapai 90 persen atau lebih.

Sayangnya, di Indonesia sendiri kesadaran masyarakat terhadap penyakit diabetes pada anak masih sangat rendah, sehingga kasus DM pada anak sering terabaikan. Alhasil pasien datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi berat.

Lantas bagaimana cara pengobatan pasien diabetes pada anak-anak?
Dokter Spesialis Anak, Prof. Dr. dr. Sp. A, Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.) Aman Bhakti Pulungan, menjelaskan ada lima pilar dalam penanganan DM tipe 1 pada anak yaitu penyuntikan insulin, pemantauan gula darah, pengaturan makan, olahraga, serta edukasi. 

“Penanganan DM tipe 1 pada anak memerlukan pendekatan yang menyeluruh dari tim tenaga kesehatan yang terdiri atas ahli endokrin anak, ahli gizi, psikiater atau psikolog, dan edukator DM,” ujar Prof Pulungan seperti dikutip dari website RSPI, Rabu (24/7/2024).

Profesor Pulungan menambahkan penyuntikan insulin mutlak harus dilakukan karena dasar penyebab DM tipe 1 adalah tidak adanya insulin yang dihasilkan dalam tubuh. Satu-satunya cara pemberian insulin yang terbukti efektif hingga saat ini adalah melalui suntikan di bawah kulit. 

“Pemantauan gula darah harus dilakukan setiap hari untuk mengetahui cukup tidaknya dosis insulin yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tubuh anak,” tambahnya.

 

Selain itu juga pengaturan makan pun harus diperhatikan mengingat anak merupakan individu yang sedang dalam tahap tumbuh dan berkembang, suatu tahapan penting yang memerlukan sumber energi yang baik. 

“Dan yang terakhir adalah olahraga penting dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh anak. Disamping juga dapat menurunkan kebutuhan insulin serta meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Serta, edukasi perlu dilakukan demi tercapainya kontrol penyakit yang baik,” paparnya. 

Menurut Prof Pulingan, meskipun penyandang DM tipe 1 memerlukan penanganan khusus dalam kehidupan sehari-hari, penyakit ini tidaklah menghalangi anak untuk tetap hidup sehat, bahagia, dan berprestasi seperti teman sebayanya. “Dengan kontrol penyakit yang baik, anak DM dapat menjadi apa saja yang mereka cita-citakan,” tandasnya. 
 

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement