JAKARTA - Kebiasaan sahur dengan menu praktis seperti mi instan dicampur nasi putih kembali menjadi sorotan. Ternyata dampaknya bikin lapar dan lemas.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa pola makan tinggi karbohidrat sederhana saat sahur dapat memicu lonjakan gula darah yang cepat dan berdampak pada rasa lapar serta lemas di siang hari.
Menurut Menkes, kombinasi mi instan dan nasi merupakan contoh double karbohidrat yang didominasi karbohidrat olahan dengan indeks glikemik tinggi. Saat sahur, lanjutnya, tubuh membutuhkan asupan yang bisa bertahan lama.
"Jika yang dikonsumsi adalah karbohidrat sederhana berlebihan, gula darah akan naik cepat lalu turun cepat. Akibatnya, sebelum waktu berbuka, tubuh sudah terasa lemas dan perut kembali lapar,” ujarnya dalam akun Instagram miliknya, Minggu (1/3/2026).
Dia menjelaskan, lonjakan gula darah yang drastis juga dapat memicu rasa kantuk, sulit konsentrasi, hingga peningkatan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis saat berbuka. Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini berisiko meningkatkan berat badan dan memperburuk kontrol gula darah, terutama bagi masyarakat dengan risiko diabetes.
Selain tinggi karbohidrat sederhana, mi instan umumnya juga mengandung natrium (garam) yang cukup tinggi. Konsumsi garam berlebih saat sahur dapat memicu rasa haus berlebihan selama berpuasa. “Kandungan garam yang tinggi membuat tubuh lebih cepat merasa haus. Ini tentu mengganggu kenyamanan berpuasa,” tambahnya.