Menkes menyarankan masyarakat mengganti menu sahur dengan komposisi gizi seimbang, yakni sumber protein, lemak baik, serat, serta karbohidrat kompleks dalam porsi cukup. Protein seperti telur rebus, ayam tanpa kulit, atau tahu-tempe dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Lemak baik dari alpukat atau kacang-kacangan juga membantu menjaga kestabilan energi.
“Karbohidrat tetap boleh dikonsumsi, tetapi pilih yang kompleks seperti nasi merah, oat, atau roti gandum, dan jangan berlebihan. Kuncinya ada pada keseimbangan dan kualitas makanan,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya mencukupi cairan dan tidak langsung tidur setelah sahur agar proses pencernaan berjalan optimal. Dengan pengaturan menu yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menjalani puasa dengan lebih bugar dan produktif sepanjang hari.
“Kita ingin masyarakat tetap sehat selama Ramadhan. Mulailah dari pilihan sederhana di meja makan saat sahur,” pungkas Menkes.
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.