Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rumah Sakit Nasser di Gaza Kembali Dibuka, Alami Krisis Air Bersih

Lulu Az Zahra , Jurnalis-Selasa, 21 Mei 2024 |10:00 WIB
Rumah Sakit Nasser di Gaza Kembali Dibuka, Alami Krisis Air Bersih
Rumah Sakit Nasser kembali beroperasi usai dihancurkan Israel. (Foto: Middle east monitor)
A
A
A

ALLA Abu Ahmed terbaring di kamarnya di rumah sakit Nasser yang baru dibuka kembali di Khan Younis, Gaza. Dia merasa lega karena akhirnya dapat memulai kembali perawatan medisnya. Pengungsian akibat pertempuran antara pasukan Israel dan militan Hamas di wilayah Palestina telah mengganggu pengobatan Abu Ahmed karena kondisi kronisnya.

Lebih dari seminggu di Februari 2024, rumah sakit Nasser tersebut diserang ketika Khan Younis menjadi fokus pertempuran. Selain itu, tentara Israel juga menggerebek rumah sakit tersebut dengan alasan bahwa Hamas menyandera warga Israel di sana.

Melansir dari France 24 pada Selasa (21/5/2024), kini lorong-lorong dipenuhi dengan kotak-kotak peralatan yang masih terbungkus, dan fasilitas tersebut mulai tertata rapi, meski serangan udara, pemboman dan pertempuran terus mengguncang wilayah lain di Gaza.

Selain itu, tempat tidur juga telah dirapikan, puing-puing dibersihkan dan jas putih berlogo Dokter Lintas Batas (MSF) dipadukan dengan serangan biru petugas medis setempat. LSM internasional tersebut baru saja kembali bekerja di rumah sakit Nasser, yang merupakan rumah sakit terpenting di Jalur Gaza bagian selatan.

Ketika Israel menarik pasukannya dari Khan Younis pada awal April 2024, setelah berbulan-bulan pertempuran sengit dengan Hamas yang menimbulkan bencana kemanusiaan, MFS kembali ke Nasser dan melanjutkan operasinya pada pertengahan Mei dengan fokus pada bedah ortopedi dan unit luka bakar.

Rumah sakit Gaza

Aurelie Godard, yang mengawasi kegiatan MFS di Gaza mengklaim bahwa evakuasi berulang kali atau penutupan rumah sakit akibat pertempuran atau selebaran Israel yang memerintahkan warga Gaza untuk meninggalkan wilayah tersebut sangat menghambat pemberian layanan medis kepada penduduk Palestina.

Namun, kini MFS sedang Bersiap untuk membuka kembali unit perawatan intensif bersalin dan neonatal di Nasser. Menurut WHO, hanya 13 dari 36 rumah sakit di wilayah tersebut yang sebagian berfungsi setelah pemboman Israel yang tak henti-hentinya dimulai pada Oktober.

Selain itu, pihaknya juga tidak menerima peralatan medis di Gaza sejak 6 Mei 2024, menjelang serangan Israel terhadap kota Rafah di ujung selatan Gaza yang menyebabkan penutupan pintu masuk bantuan utama ke wilayah tersebut. PBB dan LSM mengklaim bahwa sejak itu hampir tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza.

Selanjutnya, militer Israel memutus aliran listrik ke Gaza pada awal perang yang dipicu oleh serangan pimpinan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel pada 7 Oktober 2023. Untuk itu, organisasi internasional khawatir kehabisan bahan bakar untuk menjalankan generator.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement