Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Chinatown Terpopuler di Indonesia, Menarik Dikunjungi saat Libur Imlek

Talitha Reina Alfira , Jurnalis-Selasa, 06 Februari 2024 |12:25 WIB
7 Chinatown Terpopuler di Indonesia, Menarik Dikunjungi saat Libur Imlek
Klenteng Jin De Yuan (Foto: Instagram/@ariefafro)
A
A
A

HAMPIR setiap wilayah di Indonesia terdapat Chinatown atau pecinan yang mayoritas dihuni oleh warga keturunan Tionghoa.

Dikenal dengan arsitektur yang khas, unik, dan menarik, Chinatown menjadi tujuan wisata populer yang menawarkan pengalaman budaya, sejarah, dan kuliner yang kaya di Indonesia.

Berikut Okezone rangkumkan tujuh arsitektur Chinatown paling populer di Indonesia yang bisa Anda sambangi saat libur Tahun Baru Imlek, sebagaimana melansir laman resmi Kemenparekraf.

1. Kesawan Square, Medan

Kesawan Square, berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani No.105, Kesawan, Kota Medan, merupakan sebuah landmark terkenal di kota tersebut. Dahulu menjadi pusat perdagangan utama karena posisinya yang strategis.

Rumah Tjong A Fie

(Foto: dok. Benny Lie)

Salah satu daya tarik utamanya adalah Rumah Tjong A Fie, bangunan kuno yang memperlihatkan perpaduan unik dari arsitektur Melayu, Tionghoa, dan Eropa.

Rumah ini menjadi ikon penting di pecinan Kota Medan. Buka mulai jam 19.00 hingga 22.00 WIB.

2. Kampung Sudiroprajan, Solo

Kampung Sudiroprajan, berlokasi di belakang Pasar Gede, Solo. Salah satu daya tarik utamanya adalah klenteng Tien Kok Sie yang telah berdiri sejak abad ke-18 dan masih kokoh hingga kini.

Pecinan

(Foto: dok. Kang Didno)

Di sini, budaya Tionghoa dan Jawa bersatu dalam berbagai simbol, arsitektur, dan adat istiadat.

Hal ini terlihat jelas dalam tradisi tahunan menyambut Tahun Baru Imlek. Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah Grebeg Sudiro, di mana Festival Lampion menghiasi sepanjang Jalan Sudirman dan Pasar Gede saat perayaan Imlek.

3. Glodok, Jakarta Barat

Glodok, yang terletak di Kompleks Kota Tua Jakarta, merupakan sebuah kawasan yang kaya akan tempat ibadah, seperti Wihara Budhi Dharma (Kelenteng Jin De Yuan), Wihara Ariya Marga (Lamceng Tee Bio), dan Kelenteng Tang Seng Ong See. Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan, Glodok juga dikenal dengan arsitektur yang kental dengan budaya Tiongkok.

Pecinan Glodok

(Foto: dok. Vaibhav Bhave)

Kawasan chinatown ini tidak hanya menawarkan pengalaman spiritual, tetapi juga kelezatan kuliner legendaris dan berbagai tempat belanja suvenir. Waktu operasionalnya adalah dari jam 08.00 hingga 18.00 WIB.

4. Nagoya Hill, Batam

Nagoya Hill, yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Nomor 1, Lubuk Baja, Kota Batam, menjadi pusat komunitas Tionghoa yang mencolok dengan keindahan arsitektur kuno yang sarat akan sejarah. Beberapa tempat yang menonjol di antaranya adalah Wihara Budhi Bhakti, Pa Auk Tawya, dan Maha Vihara Duta Maitreya. Buka dari jam 10.00 hingga 22.00 WIB.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement