Sebelum meninggal, Kristy sempat mengatakan bahwa apa yang sedang dia kerjakan sebenarnya masih berhubungan dengan apa yang sedang dia derita saat ini. Ia mengatakan bahwa jika antibiotik-nya berhasil diciptakan, maka ia masih memiliki kesempatan untuk hidup karena hanya butuh satu jam bagi obat untuk bereaksi melawan penyakit.
"Dengan kemoterapi, saya tidak memiliki sistem kekebalan. Tapi jika mendapatkan obat baru ini di pasaran, hal ini berpotensi menyelamatkan puluhan juta nyawa. Kami bisa mencegahnya," ujar Kristy.
(Dyah Ratna Meta Novia)