JERAWAT merupakan masalah kulit yang sering dialami banyak orang. Sedangkan jerawat steroid merupakan suatu kondisi kulit yang terlihat seperti masalah kulit biasa, namun disebabkan oleh tingginya kadar kortikosteroid dalam darah.
Penyebabnya bisa karena memakai krim kulit yang mengandung bahan steroid. Penggunaan bahan tersebut dikaitkan dengan berbagai efek samping, termasuk timbulnya jerawat.

Kondisi ini dapat menyerupai acne vulgaris tradisional atau berbentuk Malassezia folikulitis, sejenis jerawat jamur. Karena disebabkan oleh pergeseran produksi hormon dan perubahan respon imun, masalah kulit ini harus dilawan hingga akar penyebabnya.
Dalam proses pengobatannya, dibutuhkan langkah untuk mengatur penumpukan zat minyak pada kelenjar kulit, mengatasi peradangan, hingga membunuh bakteri penyebab masalah tersebut.
Lalu apa itu jerawat steroid?
Jerawat steroid adalah jerawat yang muncul akibat penggunaan steroid jangka panjang. Ini memang seperti jerawat biasa. Namun, kondisi ini dapat membandel dan sulit untuk ditangani.
BACA JUGA:
Dokter Aesthetic dr. Rahma Yanuarti Yolanda mengatakan, jerawat steroid dapat berbentuk seperti jerawat yang biasa Anda alami atau kondisi yang disebabkan oleh jamur Malassezia secara berlebihan.
Faktor pembeda yang membedakan masalah tersebut adalah waktu timbulnya yang cepat. Biasanya, kondisi ini mulai muncul hanya dalam satu hingga dua minggu setelah paparan bahan obat tersebut.
"Masalah ini paling sering menyerang pasien remaja atau dewasa yang telah mengkonsumsi steroid oral dosis sedang atau tinggi selama beberapa minggu," kata dokter yang biasa dipanggil Dokter Yo tersebut.
Masalah ini paling sering ditemukan di dada, namun bisa juga muncul di wajah, leher, punggung dan lengan. Jika Anda sudah memiliki kecenderungan berjerawat, bahan ini dapat memperburuk kondisi tersebut.
BACA JUGA:
Perawatan untuk masalah ini umumnya dengan menunggu dan melihat apakah jerawat tersebut hilang. Beberapa masalah kulit ini akan hilang dengan sendirinya saat tubuh Anda menyesuaikan diri dengan pengobatan.
Jika Anda berhenti mengonsumsi obat dengan bahan tersebut, masalah kulit akan hilang dengan sendirinya. Hanya saja, tidak jarang butuh waktu dan penanganan lebih lanjut untuk mengatasi masalah hingga tuntas.