Pasalnya, mengonsumsi mie instan secara teratur juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, sekelompok gejala termasuk kelebihan lemak perut, tekanan darah tinggi, dan kadar lemak darah yang tidak normal.
Berikut ini tips ingin mengonsumsi mi instan agar tetap sehat.
1. Pilih mi yang mengandung serat tinggi
Terdapat banyak jenis mi yang dijual di pasaran, namun kebanyakan di antaranya terbuat dari bahan tepung putih halus, seperti mi telur.
Jenis mi yang satu ini, termasuk mi instan, mengandung karbohidrat sederhana yang bisa menyebabkan kenaikan gula darah untuk pasien diabetes.
Untuk pasien diabetes, pilihlah jenis mi yang lebih sehat dan mengandung serat tinggi. Mi dari gandum utuh, tepung beras merah, atau tepung quinoa adalah beberapa di antaranya.
Serat tinggi yang terkandung di dalamnya dapat membantu memperlambat kerja sistem pencernaan. Gula darah pun diserap perlahan, membuat Anda cepat kenyang, dan mencegah kalap makan.
2. Buang bumbunya
Cara lain untuk menikmati mi instan yang lebih sehat untuk penderiata diabetes adalah dengan membuang bumbu yang biasanya disediakan di dalam kemasan. Bumbu mi instan mengandung kadar natrium yang tinggi bahkan melebihi rekomendasi Dietary Guidelines for American 2015-2020.
Kadar natrium yang tinggi ini dapat meningkatkan tekanan darah Anda.
Gunakan rempah-rempah yang tersedia di dapur Anda seperti cabe segar, lada, ketumbar, atau kecap ikan yang lebih alami dan tentunya lebih sehat.
Ingat, semakin sedikit Anda menggunakan bumbu instan pada mi, semakin baik pula untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.