Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Pilar Transformasi Kesehatan Indonesia yang Diinisiasi Menkes Budi Gunadi

Kiswondari , Jurnalis-Rabu, 23 Agustus 2023 |14:35 WIB
   6 Pilar Transformasi Kesehatan Indonesia yang Diinisiasi Menkes Budi Gunadi
Menkes Budi Gunadi. (Foto: Youtube)
A
A
A

6 PILAR transformasi kesehatan Indonesia yang diinisiasi Menkes Budi Gunadi sebaiknya diketahui oleh masyarakat. Apalagi belum lama ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menginisiasi enam transformasi kesehatan Indonesia, mulai dari layanan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan hingga teknologi kesehatan.

Lantas, apa saja enam transformasi kesehatan Indonesia itu? Mari simak enam pilar transformasi kesehatan Indonesia yang dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemkes.go.id.

 layanan kesehatan

1.Transformasi Layanan Primer

Pilar transformasi kesehatan Indonesia yang pertama adalah transformasi layanan primer dengan menata ulang jaringan fasilitas layanan kesehatan. Menurut Menkes, jumlah sekitar 12 ribuan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di semua wilayah Indonesia tidak cukup untuk mencapai pemerataan pelayanan kesehatan. transformasi layanan primer dengan merevitalisasi pos pelayanan terpadu (Posyandu) agar menjadi lebih formal dan disesuaikan dengan anggaran.

Sehingga nantinya, Posyandu ini akan diatur oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Posyandu juga akan bertindak lebih aktif, bukan hanya melayani bayi dan ibu tapi melayani kesehatan untuk dewasa dan lansia. Termasuk juga mereformasi laboratorium kesehatan masyarakat mulai dari Puskesmas.

 BACA JUGA:

2. Transformasi Layanan Rujukan

Pilar transformasi kesehatan Indonesia yang kedua adalah transformasi layanan rujukan. Menkes Budi menjelaskan, tiga penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit jantung, stroke, dan kanker. Sayangnya, tidak semua provinsi memiliki rumah sakit (RS) dengan fasilitas untuk pasang ring di jantung, bahkan hanya ada di 28 provinsi. Sementara RS yang bisa melakukan bedah jantung terbuka hanya ada di 22 provinsi.

Dengan transformasi ini, pemerintah menargetkan bahwa RS di seluruh provinsi pada 2024 nantu harus bisa melayani penyakit jantung, stroke, dan kanker. Dan setiap RS yang memiliki dokter prestasi akan menjalin kerja sama dengan dokter-dokter terbaik di luar negeri untuk mengingkatkan kapasitas dokter Indonesia.

3. Ketahanan Kesehatan

Pilar transformasi kesehatan Indonesia yang ketiga adalah ketahanan kesehatan. Dengan ini, pemerintah akan memastikan bahwa semua jenis vaksin diagnostik dan terapeutik tersedia di Indonesia. Sehingga minimal 50% vaksin itu diproduksi di dalam negeri dari hulu ke hilir. Pemerintah pun akan memberikan prioritas bagi produsen vaksin.

 BACA JUGA:

4. Pembiayaan Kesehatan

Pilar transformasi kesehatan Indonesia yang keempat adalah pembiayaan kesehatan, dengan melakukan transparansi dan perhitungan pembiayaan yang bagus. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya masalah antara penyedia jasa dan yang membayar jasa.

Pemerintah akan membuat aturan mengenai annual health account (akun kesehatan tahunan) untuk mengukur transparansi pembiayaan kesehatan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement