SELAMA ini banyak orang yang tahu, merokok merupakan faktor risiko terbesar untuk kanker paru-paru dan jadi dalang yang mendominasi sebagian besar kasus kanker paru-paru.
Namun selain merokok, paparan asap rokok, polusi udara, dan paparan bahan kimia seperti radon dan asbes juga dapat menyebabkan kanker paru-paru.
Kanker paru-paru disebut sebetulnya bisa diobati pada tahap awal, oleh karena itu sangat penting untuk mengidentifikasi penyakit ini sejak dini dengan mengetahui beberapan tanda-tandanya. Bukan hanya gejala yang sudah umum, tapi termasuk juga tanda-tanda yang masih belum familiar diketahui orang awam.
Apa saja beberapa gejala tidak biasa yang terkait dengan kanker paru-paru? Mewarta Times of India, simak lima tanda tak biasa dari kanker paru di bawah ini.
1. Nyeri bahu: Orang yang menderita kanker paru-paru seringkali merasakan nyeri atau kelemahan pada bahu.
Para ahli kesehatan menjelaskan, nyeri pada bahu ini pertumbuhan tumor karena tumor bisa menekan bahu. Akibatnya, bisa menyebabkan rasa sakit pada saraf di bahu, dan juga sekaligus bisa jadi tanda bahwa kanker sudah menyebar ke bahu.
2. Susah menelan: Pada kondisi ini, jalur makanan terhalang dan kesulitan dalam menelan makanan. Kondisi ini disebut jadi tanda komplikasi pada kanker mulut, kanker tenggorokan, dan melanoma.
BACA JUGA:
3. Sakit dada konstan: Saat tumor paru-paru menyebabkan ketegangan pada dada atau menekan saraf, dikutip dari laporan John Hopkins Medicine, bisa menimbulkan rasa nyeri di dada, terutama ketika bernafas dalam-dalam, batuk, atau tertawa.
Nyeri dada ini juga bisa indikator dari beberapa penyakit yang mengancam jiwa seperti serangan jantung, yang sering salah dipahami sebagai masalah pencernaan atau masalah kesehatan yang ringan.
BACA JUGA:
4. Suara serak: Terjadi karena ketika kanker menekan saraf laring, selain itu umunya orang dengan kanker paru-paru bersuara serak adalah karena batuk kronis, yang jadi tanda umum dari kanker ini.
5. Pembengkakan di wajah dan leher: Hal ini terjadi saat pertumbuhan kanker di paru-paru sudah menghalangi aliran darah ke vena cava superior, yang dikenal sebagai sindrom vena cava superior.
(Dyah Ratna Meta Novia)