Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Gong Xi Raya, Part Lagu Nasyid Berbahasa China

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 15 Februari 2026 |11:02 WIB
Viral Gong Xi Raya, Part Lagu Nasyid Berbahasa China
Viral Gong Xi Raya, Part Lagu Nasyid Berbahasa China. (Foto: ikhsansnada)
A
A
A

JAKARTA - Jagat media sosial TikTok saat ini tengah ramai dengan viralnya lagu nasyid legendaris tahun 2004 dengan lirik berbahasa China namun bernadakan shalawat. Lagu tersebut mendadak naik daun dan banyak digunakan sebagai backsound favorit oleh para netizen bahkan kreator TikTok.

Bukan tanpa alasan, viralnya lagu nasyid berjudul “Neo Shalawat” yang dinyanyikan oleh Grup Nasyid Snada ini dipicu oleh momentum langka di tahun 2026, di mana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 jatuh pada tanggal 17 Februari. Perayaan Imlek itu hanya berselisih beberapa hari sebelum umat Muslim memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.

Hal yang paling mencuri perhatian netizen adalah bagian lirik berbahasa Mandarin dalam lagu tersebut. Bahkan, sound part berbahasa China dari lagu “Neo Shalawat” tersebut saat ini tercatat telah dipakai oleh 7.010 unggahan di TikTok.

"Ya Allah kei wo men tien an heu keu lien ken lau SE Muhammad yen se aitha. Hau hen Chiu chai yen tien an the Allah teu keu Lien wou men hau hen chiu, Allah,” demikian lirik nasyid yang viral tersebut, dikutip ikhsansnada, Minggu (15/2/2026). 

Seperti yang diunggah oleh beberapa netizen dan kreator di TikTok. Salah satunya oleh netizen dengan akun bernama habil13 yang mengunggah video suasana Imlek di jalanan dengan lampion, namun backsound video tersebut menggunakan part lirik berbahasa China dari lagu “Neo Shalawat”. Video tersebut sontak viral dan mendapat 2,4 juta suka, 32,3 ribu komentar, serta 780,9 ribu kali dibagikan oleh netizen lainnya.

Selain itu, netizen lainnya dengan akun bernama Alterluth juga turut menjadikan lagu tersebut sebagai backsound dengan konten parodi budaya. Konten tersebut menggambarkan akulturasi antara budaya Tionghoa dan budaya Islam yang dibawakan secara parodi. Hal itu merepresentasikan momen Imlek dan Ramadhan yang berdekatan.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement