Infeksi antraks kulit bermula dengan benjolan gatal seperti digigit serangga. Dalam dua hari benjolan bekembang menjadi luka terbuka berwarna hitam pada bagian tengah dan terasa nyeri. Penderita antraks kulit mungkin mengalami gejala flu termasuk sakit kepala.
2. Paru-paru (inhalasi)
Penyakit antraks menyerang organ pernapasan setelah manusia menghirup spora antraks. Bakteri mulai berkembang biak dan menyebabkan penyakit pernafasan serius. Seringkali penyakit ini berakibat fatal dan mematikan.
Ggejala antraks seperti flu, demam, dan nyeri otot. Penderita juga mengalami sakit tenggorokan, mual, batuk darah, dan kesulitan bernafas.
Bila tidak mendapat penanganan optimal infeksi ini dapat berkembang menjadi pneumonia parah.
3. Pencernaan
Melansir Centers for Disease Control and Prevention, penyakit antraks gastrointestinal menjangkit tenggorokan, kerongkongan, lambung, dan usus manusia. Infeksi biasanya berkembang dari 1 sampai 7 hari setelah terpapar.
Manusia bisa terkena antraks gastrointestinal akibat mengkonsumsi daging yang kurang matang dari hewan yang terinfeksi.