Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Makanan yang Tak Bagus Bagi Ginjal, Salah Satunya Kebanyakan Daging Merah

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Rabu, 28 Juni 2023 |14:51 WIB
6 Makanan yang Tak Bagus Bagi Ginjal, Salah Satunya Kebanyakan Daging Merah
Daging merah (Foto: Traeger grills)
A
A
A

MENJAGA kesehatan ginjal memang penting bagi keseluruhan sistem peredaran darah. Oleh sebab itu sebaiknya kita menjaga kesehatan organ ginjal agar keseluruhan tubuh juga sehat. Lalu bagaimana caranya?

Selain aktivitas fisik, menjaga kesehatan ginjal juga dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan yang sehat. Namun ada beberapa makanan yang terbilang sehat tetapi dapat berdampak buruk pada ginjal.

Untuk itu sebaiknya kita mengetahui apa saja makanan yang tidak baik bagi ginjal agar fungsinya tetap berjalan dengan baik. Simak 6 makanan sehat yang bisa berdampak buruk bagi ginjal yang berhasil dirangkum dari Reverehealth.com.

1. Daging merah

Daging merah terkenal sebagai makanan yang mengandung banyak protein. Sementara itu tubuh membutuhkan beberapa protein untuk tumbuh, sembuh dan tetap sehat. Namun terlalu banyak protein dapat membuat ginjal bekerja lebih keras. Oleh karena itu sebaiknya membatasi makan daging remah agar tidak kelebihan protein.

2. Mentega

Mentega mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. National Kidney Foundation mencatat bahwa penyakit jantung merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal. Oleh karena itu sebaiknya kurangi konsumsi mentega dan lemak babi untuk mengurangi asupan lemak jenuh dan menurunkan risiko penyakit jantung dan ginjal.

3. Kacang-kacangan

Kacang tanah mengandung oksalat yang merupakan sejenis mineral pada batu ginjal. Faktanya, batu ginjal kalsium oksalat adalah jenis batu ginjal utama, menurut National Kidney Foundation. Jika pernah memiliki batu ginjal kalsium oksalat di masa lalu, membatasi asupan makanan yang mengandung oksalat dapat mengurangi risiko terkena batu lain.

 BACA JUGA:

4. Alpukat

Alpukat mengandung potassium dan mineral yang mengontrol fungsi saraf dan otot. Kalium membantu jantung mempertahankan ritme yang teratur dan diperlukan untuk mengontrol cairan, keseimbangan elektrolit, dan tingkat pH.

Namun kelebihan kalium dalam darah yang dikenal sebagai hiperkalemia, sering terjadi pada orang dengan penyakit ginjal stadium lanjut. Tanda dan gejala hiperkalemia termasuk mual, kelemahan, mati rasa dan detak jantung yang lambat.

 BACA JUGA:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement