Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Selalu Bikin Sehat, Ini 5 Buah yang Berbahaya Bagi Ginjal!

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Rabu, 29 Maret 2023 |04:00 WIB
Tak Selalu Bikin Sehat, Ini 5 Buah yang Berbahaya Bagi Ginjal!
Buah yang tak bagus untuk ginjal. (foto: Istimewa)
A
A
A

GINJAL memiliki peran sangat penting bagi kesehatan manusia. Saat ginjal rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik, cairan dapat menumpuk di dalam tubuh dan limbah dapat menumpuk di dalam darah.

Dengan menghindari atau membatasi makanan tertentu dapat membantu mengurangi akumulasi produk limbah dalam darah, meningkatkan fungsi ginjal, dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

 BACA JUGA:

Tak hanya sekedar makanan rupanya ada beberapa buah yang dilarang untuk dikonsumsi. Berikut 5 buah yang ternyata berbahaya bagi ginjal dilansir Medicinet.

1. Pisang


Buah yang berbahaya untuk ginjal


Pisang terkenal dengan kandungan potasiumnya yang tinggi. Meskipun secara alami rendah sodium, satu buah pisang berukuran sedang menyediakan 422 mg potasium.

Jika sudah diinstruksikan untuk membatasi asupan potasium, mungkin akan sulit melakukannya jika pisang sebagai makanan pokok sehari-hari.

 BACA JUGA:

2. Alpukat

Alpukat sering disebut-sebut mengandung banyak nutrisi, termasuk lemak, serat, dan antioksidannya yang menyehatkan jantung. Meskipun alpukat umumnya menjadi makanan tambahan yang sehat, penderita penyakit ginjal mungkin perlu menghindarinya.

Sebab, alpukat merupakan sumber potasium yang sangat kaya, yakni mencapai 690 mg potasium. Alpukat, termasuk guacamole, harus dibatasi atau dihindari pada diet ginjal jika membutuhkan banyak kalium.

3. Buah kering

Buah kering adalah sumber terkonsentrasi dari banyak nutrisi yang ditemukan dalam buah segar, artinya lebih mudah untuk melebihi asupan harian yang direkomendasikan. Orang yang memiliki masalah ginjal harus menghindari aprikot, kurma, plum, dan kismis yang tinggi potasium.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement