Clindamycin
Di daerah dengan kasus methicillin-resistant S aureus (MRSA) yang tinggi, clindamycin menjadi salah satu obat yang banyak digunakan. MRSA sendiri merupakan infeksi bakteri penyebab impetigo yakni Staphylococcus aureus yang kebal terhadap berbagai jenis antibiotik. Jenis obat topikal dalam bentuk krim atau losion ini efektif untuk mengatasi infeksi MRSA, terutama ketika seseorang alergi terhadap kandungan doxycycline.
Gentamicin Sulfate
Obat oles ini digunakan untuk mengobati infeksi kulit yang ringan. Umumnya, antibiotik ini hanya bisa mengobati infeksi bakteri. Nantinya, gentamicin akan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit impetigo. Kamu bisa mengoleskannya 3-4 kali sehari. Namun, pastikan untuk menjaga kebersihan area yang terinfeksi sebelum mengaplikasikan antibiotik topikal ini.
Fusidic Acid
Fusidic acid sering kali menjadi obat impetigo yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi infeksi kulit. Antibiotik ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Krim yang mengandung asam fusidat akan membersihkan infeksi kulit dengan cepat, terutama jika hanya berbentuk area kecil. Ada baiknya untuk mengoleskan krim setipis mungkin pada kulit yang terinfeksi. Jangan lupa untuk menggunakannya 3-4 kali sehari, ya!
Chloramphenicol
Chloramphenicol menjadi salep antibiotik untuk mengatasi impetigo, terutama di bagian mata. Kamu bisa mengoleskannya di area mata yang terkena infeksi setiap tiga jam sekali. Cobalah untuk rutin mengaplikasikannya 3-4 kali sehari atau sesuai resep dokter.
Dari banyaknya jenis obat impetigo, kamu hanya bisa menggunakannya sesuai dengan resep dokter. Pasalnya, penggunaan tiap obat akan berbeda-beda pada setiap orang. Selain itu, biasanya dokter akan memberikan obat sesuai dengan kondisi pasien.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.