4. Obat biologis: Biasanya terbuat dari protein atau zat lain yang diproduksi tubuh. Obat biologis yang bisa dipakai untuk mengobati osteoporosis antara lain denosumab dan romosozumab. Dua obat ini direkomendasikan jika orang yang mengalami osteoporosi tak bisa mengonsumsi obat lain, seperti bifosfonat atau jika osteoporosis yang diderita sudah parah.
Obat biologis dipakai untuk mengobati osteoporosis dengan memperlambat laju penguraian tulang dan mempercepat laju pembentukan sel-sel tulang. Obat ini diberikan melalui injeksi, diberikan setiap bulan sekali. Sebagai informasi, efek samping obat ini termasuk nyeri otot atau persendian, ruam, sembelit, dan gejala seperti pilek.
BACA JUGA:4 Obat Nyeri Lutut Menganggu, Injeksi hingga Operasi
BACA JUGA:5 Obat Pilek yang Bisa Dibeli di Apotek Secara Bebas, Simak di Sini!
5. Suplemen kalsium dan vitamin D: Kalsium adalah mineral utama yang ada di dalam tulang. Asupan kalsium bisa didapat lewat suplemen atau asupan makanan harian. Bagi kebanyakan orang dewasa, jumlah kalsium yang disarankan adalah 700 miligram (mg) per hari. Tapi, kalau bagi penderita osteoporosis kebutuhan kalsium bisa lebih tinggi. Makanya, pada banyak kasus diperlukan suplemen tambahan kalsium.
Vitamin D diperlukan untuk menyerap kalsium. Kebutuhan vitamin D pada orang dewasa kebanyakan itu 10 mikrogram dalam sehari.
6. Terapi pengganti hormon (HRT): Solusi pengobatan osteoporosis pada wanita menopause. Tujuan pengobatan ini untuk mengendalikan gejala. Selain itu, HRT juga terbukti menjaga kekuatan tulang dan mengurangi risiko terkena osteoporosis. Jika sudah kena osteoporosis, terapi HRT dilakukan untuk memperkuat tulang dan mengurangi risiko patah tulang.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.