COVID-19 di dunia sudah hadir kurang lebih 3 tahun lamanya sejak 2019. Hal ini tentu memunculkan berbagai dampak ke segala aspek kehidupan, salah satunya kesehatan.
Menurut terapis wicara Alfi Wijaya Septian A.Md.O.T dan juga Owner Klinik Autis bahwa banyak kasus datang ke kliniknya, merupakan anak yang lahir di era pandemi Covid-19. Hal ini tentu menarik perhatian, karena berkaitan dengan pola asuh.
Alfi menjelaskan bahwa situasi Covid-19, mencetuskan anak jadi kurang terstimulasi. Para orang tua, lebih sibuk melakukan aktivitasnya sebagai pekerja dari rumah (WFH).

"Mereka nggak bisa kemana-mana hanya di rumah saja itu ya pengalaman subjektif subjektifnya kurang. Artinya, mereka belajar hanya di rumah, kemudian orang tuanya sibuk dengan work from home, akhirnya anak kurang terstimulasi juga artinya yaitu peran keluarga penting," jelas Alfi dalam Podcast, Lebih Mengenal Autisme, Delay Speech dan Cara Penanganannya dalam YouTube Partai Perindo, Sabtu (31/12/2022)
Kendatinya, ia mengimbau agar para orang tua bisa melakukan stimulasi kepada anak-anaknya. Meskipun segala aktivitas di lakukan dari rumah.
Dengan mengajak anak bermain di luar atau dalam rumah. Guna melatih sistem motoriknya dan melatih fisik serta komunikasinya.