"Ini merupakan stent jenis terbaru yang mampu menjaga vasomotion pembuluh darah jantung, sehingga pembuluh darah yang dipasang stent tersebut tetap dapat melakukan fungsi mekanisme fisiologis pembuluh darah normal," ujarnya.
Menurut dr Vireza, kemampuan ini tentu berdampak positif secara jangka panjang berupa patensi pembuluh darah, meminimalkan potensi untuk penyempitan ulang. Stent bioadaptor juga berpotensi meningkatkan hasil klinis dengan memulihkan remodeling positif adaptif, memberi kesempatan pembuluh koroner melakukan ekspansi sehingga mempertahankan lumen pembuluh meskipun terjadi akumulasi plak, sehingga menghasilkan aliran darah yang baik.
Dokter Jantung dari Siloam Hospitals, dr. Emanoel Oepangat, SpJP (K) menambahkan, sistem vena tubuh merupakan bagian dari sirkulasi pembuluh darah, disebut juga pembuluh darah balik. Ini fungsinya yang membawa darah kotor dari seluruh tubuh kembali ke jantung.
"Penyakit vena sering terjadi dan faktanya 1 dari 3 orang mengalami varises vena. Bertambahnya usia menambah risiko terjadinya insufisiensi vena kronik," ujarnya.
"Infeksi vena kronis dapat di deteksi dengan pemeriksaan tungkai secara klinis, (edema, ulkus, perubahan warna kulit) dan pemeriksaan pembuluh darah vena dengan menggunakan alat Sonografi (USG), untuk menentukan derajat dan lokasi kerusakan," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.