"Kalau memang karena adanya infeksi akut, dokter biasanya akan melakukan terapi infeksi kulit misalnya dengan penggunaan antibiotika. Jika benjolan kempes atau membaik, ya, tubuh sudah sehat kembali," papar Dokter Ari.
Lain cerita ketika benjolan tersebut keras, dokter akan mencurigainya sebagai penyakit limfoma. Tapi jika belum yakin, dokter akan meminta pasien melakukan USG pada benjolan tersebut. Setelah pasien terdiagnosa ada benjolan kelenjar getah bening, maka akan dilakukan tindakan lanjutan.
Selanjutnya, ketika hasil diagnosa menjelaskan bahwa pasien memiliki benjolan kelenjar getah bening, pasien akan dikirim ke dokter bedah untuk dibiopsi dan dievaluasi penyebabnya.
Jika hasil biopsi ditemukan sel kanker, pasien akan melakukan evaluasi secara patologi untuk menentukan jenis limfoma yang diderita.
"Secara umum pasien juga diminta untuk periksa USG abdomen atau CT scan atau PET Scan untuk melihat penyebaran limfoma di tempat lain," paparnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)